PSSI Buka Suara soal Polemik Gaji Pemain PSBS Biak

PSSI Buka Suara soal Polemik Gaji Pemain PSBS Biak

Vivin meminta kepada para pemain dan staf tim agar tidak mengkhawatirkan mengenai kasus yang tengah berhembus kencang.-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan tanggapan perihal polemik yang tengah menggunjing PSBS Biak.

Permasalahan tersebut dikarenakan klub yang berkompetisi di Super League 2025/2026 menunggak kewajiban para pemain dan staf tim dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA:FFI Lobi di Kongres FIFA, Targetkan Indonesia Gelar Piala Dunia Futsal 2028

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani Sungkono menyampaikan bahwa federasi memiliki mekanisme perlindungan finansial yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Meskipun kasus ini dapat berdampak pada penampilan tim dan kehidupan sehari-hari, Vivin menilai bahwa persoalan tersebut tidak seharusnya berlebihan.

BACA JUGA:Massa Desak YLBHI Bela Rakyat Kecil yang Tersandung Masalah Hukum: Jangan Cuma yang Viral

Hal tersebut karena kompetisi tetap akan berjalan sesuai dengan hasil pertandngan dan akumulasi point, termasuk soal promosi serta degradasi dalam kompetisi.

"Kalau yang dikhawatirkan terkait promosi dan degradasi, itu tetap ditentukan dari pertandingan dan perhitungan poin," tegas Vivin saat disambangi disway.id di KONI Pusat, Jakarta pada Jumat, 17 April 2026.

Vivin juga menegaskan bahwa setiap klub peserta Super League sebelumnya sudah menyetorkan dana ke operator Liga, yakni I.League untuk menjadi jaminan sebagai bentuk tanggung jawab finansial.

BACA JUGA:Bayar PBB-P2 Lebih Ringan, Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Insentif Tahun 2026

Menurut Vivin, dana tersebut disimpan oleh operator kompetisi dan dapat digunakan untuk menyelesaikan kewajiban klub apabila terjadi masalah pembayaran.

Dengan begitu, Vivin meminta kepada para pemain dan staf tim agar tidak mengkhawatirkan mengenai kasus yang tengah berhembus kencang.

"Setiap klub yang bertanding di Liga 1 harus memberikan sejumlah dana sebagai uang jaminan. Jika setelah kompetisi ada kewajiban yang belum diselesaikan, itu bisa ditutup menggunakan dana jaminan yang ada di liga," tekan dia.

BACA JUGA:Skandal Grup Chat 16 Mahasiswa FH UI, LPSK Turun Tangan Lindungi Korban

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: