Skandal Prostitusi Serie A: 50 Pemain Top Diduga Terlibat Jaringan Elit, Milan dan Inter Disebut Klien tetap
Lebih dari 50 pemain Serie A diduga terlibat dalam jaringan prostitusi kelas atas yang baru-baru ini dibongkar oleh polisi di Milan-Tangkapan Layar X-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Lebih dari 50 pemain Serie A diduga terlibat dalam jaringan prostitusi kelas atas yang baru-baru ini dibongkar oleh polisi di Milan.
Kasus ini terungkap setelah investigasi mendalam yang dipimpin oleh Hakim Chiara Valori.
Beberapa pemain aktif dari klub besar seperti Inter dan AC Milan disebut sebagai klien tetap dalam jaringan ilegal tersebut.
#GdiF #Milano: favoreggiamento e sfruttamento della prostituzione. Eseguiti 4 arresti nei confronti di un sodalizio criminale attivo nell’organizzazione di eventi della movida.#NoiconVoi#cittadinoinformato#informareperconoscere pic.twitter.com/UnMW9gzOmJ — Guardia di Finanza (@GDF) April 20, 2026
Namun, identitas para pemain masih dirahasiakan demi kelancaran proses penyelidikan.
Jaringan prostitusi ini diketahui dijalankan oleh Emanuele Buttini dan pasangannya, Deborah Ronchi.
Mrngutip media La Gazzetta, mereka mengoperasikan bisnis ilegal tersebut melalui perusahaan event organizer bernama Ma.De Milano yang berbasis di Cinisello Balsamo.
Untuk menyamarkan aktivitasnya, mereka memanfaatkan media sosial seperti Instagram guna mempromosikan pesta-pesta mewah yang menjadi kedok layanan prostitusi.
Acara-acara tersebut digelar kerap di lokasi eksklusif seperti restoran mewah, klub malam elit, hingga hotel bintang lima di kawasan Milan.
Target pelanggan mereka tidak hanya atlet, tetapi juga pengusaha hingga tokoh masyarakat lainnya.
Salah satu temuan paling mengejutkan dalam penyelidikan adalah rekaman komunikasi terkait seorang wanita asal Kolombia yang dilaporkan hamil setelah berhubungan dengan seorang “pemain terkenal.”
Dalam pesan tertanggal Desember 2025, wanita tersebut menyatakan ketakutan setelah mengetahui kehamilannya yang telah memasuki lebih dari tiga minggu.
Selain menyediakan layanan prostitusi, jaringan ini juga diduga menawarkan zat nitrous oxide atau “gas tertawa” kepada para klien.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: