Tambang di Sumatera dan Kalimantan Diproyeksikan Ubah Peta Energi Nasional

Minggu 03-05-2026,00:01 WIB
Tambang di Sumatera dan Kalimantan Diproyeksikan Ubah Peta Energi Nasional

Langkah ekspansi yang dilakukan PT ABM Investama Tbk (ABMM) di Sumatera dan Kalimantan diproyeksikan membawa dampak besar terhadap peta energi nasional.--istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Gelombang ekspansi tambang di Sumatera dan Kalimantan diprediksi menjadi faktor penentu perubahan peta energi nasional.

Di tengah tantangan global, langkah agresif pelaku industri justru membuka peluang besar bagi penguatan pasokan energi domestik.

Langkah ekspansi yang dilakukan PT ABM Investama Tbk (ABMM) di Sumatera dan Kalimantan diproyeksikan membawa dampak besar terhadap peta energi nasional.

Sepanjang 2025, ABMM telah merealisasikan sejumlah langkah strategis sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, termasuk pengembangan dan ekspansi usaha pertambangan di Sumatra dan Kalimantan. 

BACA JUGA:Prabowo Sentil Pemegang Konsesi Tambang dan Perkebunan yang Simpan Kekayaan di Negara Lain

“Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang di sektor pertambangan, kami telah mengakuisisi perusahaan tambang PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) pada 2024 dan PT Piranti Jaya Utama (PJU) pada 2025,” jelas Direktur Utama ABMM, Achmad Ananda Djajanegara. 

PT Reswara Minergi Hartama (Reswara), melalui anak usahanya PT Nagata Dinamika Hidro Pongko (NDHP), mengakuisisi PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) pada 2024.

Langkah strategis ini bertujuan menambah kapasitas produksi batu bara dan memperkuat portofolio tambang di Sumatra.

Tambang yang berlokasi di Meulaboh, Aceh Barat, ini memiliki potensi cadangan batu bara sebesar 31 juta ton dengan kalori 3.000-3.100 kcal/kg.

Bisnis baru tersebut siap memberikan kontribusi signifikan terhadap portofolio produksi ABMM di masa depan. 

BACA JUGA:Ada Tiga Tersangka Baru, Kejagung Diminta Ungkap Aktor Utama Kasus Korupsi Bos Tambang Samin Tan

NCN sukses melaksanakan first sales pada Februari 2026. Dengan total luas area 3.198 hektare (ha) dan potensi sumber daya mencapai 87,34 juta ton (kalori 3.000-3.100 kcal/kg), NCN siap menjadi salah satu motor penggerak stabilitas pasokan energi.

Selain NCN, Reswara juga mengakuisisi Piranti Jaya Utama (PJU) pada 2025.

Tambang batu bara yang terletak di Kapuas, Kalimantan Tengah, tersebut memiliki luas konsesi 4.800 ha.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait