Adidas dan FIFA Dituduh Eksploitasi Pekerja Bola Piala Dunia 2026, Upah hanya Rp613 Ribu

Senin 04-05-2026,16:22 WIB
Adidas dan FIFA Dituduh Eksploitasi Pekerja Bola Piala Dunia 2026, Upah hanya Rp613 Ribu

Adidas dan FIFA dituduh mengeksploitasi pekerja manufaktur bola di Pakistan, yang hanya menerima bayaran sangat rendah dibanding harga jual produk global tersebut-Dok.FIFA-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Kontroversi melibatkan Adidas dan FIFA kembali mencuat menjelang Piala Dunia 2026

Keduanya dituduh mengeksploitasi pekerja manufaktur bola di Pakistan, yang hanya menerima bayaran sangat rendah dibanding harga jual produk global tersebut.

Menurut laporan dari Labour Behind the Label, bola resmi Piala Dunia 2026 bernama Adidas Trionda dijual hingga 130 poundsterling, setara Rp3 juta.

BACA JUGA:FIFA Ubah Aturan Kartu Kuning di Piala Dunia 2026, Minimalkan Skorsing di Laga Krusial

Namun, pekerja di Pakistan yang memproduksi bola tersebut hanya mendapatkan sekitar 26 poundsterling, setara Rp613 ribu per minggu.

Produksi bola ini sebagian besar dilakukan oleh Forward Group yang berbasis di Sialkot.

Kota yang dikenal sebagai pusat produksi sekitar 70% bola sepak dunia. 

Perusahaan tersebut telah menandatangani kontrak untuk memasok sekitar 10 juta bola Trionda. 

Meski demikian, upah minimum pekerja di sana hanya sekitar 40.000 Rupee per bulan atau setara 106 poundsterling.

BACA JUGA:Gokil! Hadiah Piala Dunia 2026 Naik Drastis, FIFA Siapkan Dana Jumbo untuk 48 Negara

Anna Bryher dari Labour Behind the Label mengkritik keras kondisi ini.

Ia menyatakan bahwa ketimpangan antara harga jual produk dan kesejahteraan pekerja menunjukkan kurangnya tanggung jawab sosial perusahaan.

“Bola-bola ini dijual lebih dari 100 poundsterling, tetapi anak-anak dari para pekerja yang membuatnya bahkan tidak mampu membelinya. Ini mencerminkan ketidakadilan yang nyata,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan komitmen Adidas dan FIFA terhadap prinsip “fair play” dalam sepak bola, jika produk ikonik tersebut dibuat dalam kondisi yang tidak adil bagi pekerja.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait