Startup RI-Malaysia Adu Gagasan, Siap Rebut Peluang Pasar ASEAN

Jumat 08-05-2026,17:19 WIB
Startup RI-Malaysia Adu Gagasan, Siap Rebut Peluang Pasar ASEAN

Startup asal Indonesia dan Malaysia saling adu gagasan dan inovasi dalam ajang Innovate for Impact Day Jakarta 2026 yang digelar di The Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) fX Sudirman, Jakarta, Selasa 6 Mei 2026.--Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID – Startup asal Indonesia dan Malaysia saling adu gagasan dan inovasi dalam ajang Innovate for Impact Day Jakarta 2026 yang digelar di The Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) fX Sudirman, Jakarta, Selasa 6 Mei 2026.

Ajang ini menjadi momentum penting bagi para founder, investor, hingga pemerintah untuk membuka peluang kolaborasi sekaligus memperkuat langkah startup ASEAN menembus pasar regional.

Mengusung tema “Catalysing Innovation for Impact in ASEAN”, acara kolaborasi Satu Creative dan Garuda Spark Innovation Hub di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI ini mempertemukan lebih dari 90 pelaku ekosistem startup dari berbagai negara ASEAN, khususnya Indonesia dan Malaysia.

BACA JUGA:Didukung Raksasa Energi, Startup AI Indonesia Siap Naik Level Lewat MAJU:ON

Inisiatif Malaysia–Indonesia oleh Satu Creative dan Garuda Spark Innovation Hub untuk memperkuat konektivitas ekosistem startup di kawasan ASEAN, sebuah program di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (KomDigi), sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat konektivitas regional dalam lanskap inovasi ASEAN. 

Kegiatan dibuka melalui keynote speech dari Dr. Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memperkuat konektivitas antarnegara ASEAN. 

BACA JUGA:Telkom Hadirkan Startup Binaan Berbasis AI Dalam Acara AI Campus di UMY

Pasalnya, kemajuan kawasan akan sangat ditentukan oleh kemampuan menghubungkan ide, talenta, dan peluang lintas pasar. 

“Ke depan, ASEAN perlu bergerak sebagai ekosistem yang saling terhubung, bukan sebagai pasar yang berjalan sendiri-sendiri. Hal ini membutuhkan koordinasi lebih kuat antara kebijakan, platform ekosistem startup, dan para mitra. Sehingga, para founder startup mampu berkembang lintas negara dengan dukungan dan arah yang jelas,” ujarnya.

Acara ini juga menjadi momentum penandatanganan perjanjian kerja sama antara Satu Creative, diwakili oleh Ahmad Azuar Zainuddin, dan Direktorat Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, diwakili oleh Dr. Sonny Hendra Sudaryana. 

BACA JUGA:Startup ASEAN Mulai Pulih, Indonesia Siap Pimpin Rebound di 2026

Perjanjian kerja sama ini menjadi cermin komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi ekosistem inovasi ASEAN melalui pengembangan kolaborasi lintas negara yang lebih terstruktur. 

Dalam sesi Creative Exchange Jakarta 2026, pembahasan berfokus pada bagaimana inovasi di ASEAN terus berkembang dengan dampak inovasi yang kini diukur melalui aksesibilitas, keterjangkauan, serta kemampuan adaptasi di tengah permintaan pasar yang beragam. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait