DBL Camp 2026 Jadi Tempat Coach Jessy Upgrade Ilmu Kepelatihan Basket

Rabu 13-05-2026,09:18 WIB
DBL Camp 2026 Jadi Tempat Coach Jessy Upgrade Ilmu Kepelatihan Basket

Coach Jessy Kristian Patty (tengah) saat mengikuti salah satu kelas DBL Camp 2026 di DBL Academy Jakarta.-Media DBL Indonesia-

Keseriusannya dalam membangun basket di Aceh benar-benar terlihat. Pada 2022, ia mendirikan akademi basket sendiri yang kini sudah memiliki sekitar 120 member.

Akademi tersebut menjadi wadah bagi anak-anak muda Aceh untuk belajar basket sekaligus mengembangkan karakter dan disiplin diri.

Meski sudah cukup berpengalaman melatih di daerah, Coach Jessy mengaku tetap merasa membutuhkan banyak ilmu baru. Karena itu, kesempatan mengikuti DBL Camp 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga baginya.

Ia merasa terpilih sebagai salah satu pelatih yang berangkat ke Jakarta merupakan sebuah privilege yang tidak semua orang bisa dapatkan.

"Saya senang dan bangga terlibat di sini. Akhirnya saya sampai di sini dan saya tidak merasa minder kalau saya tua. Justru saya haus dan lapar untuk terus belajar," ujarnya penuh percaya diri.

Selama mengikuti camp, Coach Jessy mendapatkan banyak wawasan baru yang sebelumnya belum pernah ia pelajari secara mendalam. Beberapa materi seperti safeguarding hingga anatomi tubuh menjadi pengalaman penting yang ingin ia terapkan di Aceh nanti.

BACA JUGA:Masuk Top 16 Coaches DBL Camp 2026, Coach Torero Pilih Jadi Pembelajar

BACA JUGA:Perjalanan Syafira di DBL Camp 2026, Dari Minder hingga Masuk Top Campers

Baginya, perkembangan basket modern tidak hanya soal teknik bermain di lapangan, tetapi juga bagaimana membangun lingkungan latihan yang sehat dan aman untuk atlet muda.

Visi tersebut ternyata sejalan dengan semangat DBL Indonesia yang menaruh perhatian besar pada player development dan pembentukan karakter atlet pelajar.

Coach Jessy juga memiliki mimpi besar untuk basket Aceh ke depan. Ia berharap suatu hari nanti daerahnya memiliki fasilitas yang lebih baik, termasuk lapangan indoor, agar proses latihan para pemain muda tidak lagi terganggu kondisi cuaca.

"Harapan saya, basket di Aceh kembali berjaya. Saya ingin ilmu yang saya dapatkan di sini sampai ke mereka. Saya ingin generasi Aceh sehat dan bisa bersaing di level nasional melalui bola basket," pungkasnya.

Semangat Coach Jessy menjadi bukti bahwa usia tidak pernah membatasi seseorang untuk terus berkembang. Selama masih memiliki rasa haus dan lapar akan ilmu, semangat muda akan selalu hidup dalam diri seorang pelatih. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: dbl