DBL Camp 2026 Jadi Langkah Baru Hendra Thio di Dunia Kepelatihan Basket

Rabu 13-05-2026,10:14 WIB
DBL Camp 2026 Jadi Langkah Baru Hendra Thio di Dunia Kepelatihan Basket

DBL Camp 2026 jadi tantangan baru Hendra Thio di dunia kepelatihan basket.t-Media DBL Indonesia-

BACA JUGA:Dari IBL ke DBL Camp 2026, Misi Imanudin Husnuzan Bangun Basket Banyuwangi

Gelar itu terasa sangat spesial. Sebab, itu merupakan gelar juara pertama Santo Paulus sejak DBL West Kalimantan mulai digelar pada 2008.

Di partai final, Santo Paulus bahkan berhasil menghentikan dominasi panjang SMA Santo Petrus Pontianak yang selama ini menjadi kekuatan utama basket pelajar Kalimantan Barat.


Eks pemain IBL Hendra Thio ketika mengikuti DBL Camp 2026 di Jakarta.-Media DBL Indonesia-

Kesuksesan tersebut membuat nama Hendra semakin diperhitungkan di dunia kepelatihan basket pelajar Indonesia.

Berkat pencapaian itu pula, Hendra terpilih menjadi salah satu peserta DBL Camp 2026. Meski begitu, ia mengaku tidak pernah menyangka bisa mendapat kesempatan berharga tersebut.

"Sebenarnya bisa masuk DBL Camp itu bonus. Paling utama buat saya ingin bawa anak-anak juara. Saya juga alumni dari sekolah yang saya latih. Sekarang pride-nya berbeda. Jadi memang tujuan utama saya untuk meraih gelar juara," kata Hendra.

DBL Camp 2026 sendiri bukan sekadar tempat berkumpulnya para pelatih terbaik dari seluruh Indonesia. Ajang tersebut juga menjadi proses seleksi menuju skuad DBL Indonesia All-Star 2026.

BACA JUGA:Mimpi Sean Jason di Second Account Jadi Kenyataan di DBL Camp

BACA JUGA:Masuk Top 16 Coaches DBL Camp 2026, Coach Torero Pilih Jadi Pembelajar

Nantinya, empat pelatih terbaik akan mendapat kesempatan belajar dan menimba pengalaman basket di luar negeri bersama para pemain pilihan.

Bagi Hendra, pengalaman mengikuti DBL Camp di tahun pertamanya sebagai pelatih memberikan kesan yang sangat berbeda. Ia merasa mendapat banyak wawasan baru. Terutama setelah bertemu pelatih-pelatih dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertemuan tersebut membuka pandangannya mengenai perkembangan basket di luar Kalimantan.

"Enggak munafik saya juga ingin masuk All-Star. Misalnya terpilih ya bersyukur. Kalau tidak, berarti memang ilmunya belum cukup buat ke sana. Harus belajar lebih banyak lagi. Setelah pengalaman-pengalaman ini, saya memang sudah mantap jadi pelatih," tegasnya.

Kini, Hendra Thio bukan lagi sekadar mantan pemain profesional. Ia mulai membangun identitas baru sebagai pelatih muda yang siap berkembang dan membawa perubahan untuk basket pelajar Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: dbl