Hardiknas-Harkitnas 2026, Bupati Jeje Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

Kamis 21-05-2026,08:43 WIB
Hardiknas-Harkitnas 2026, Bupati Jeje Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

Bupati Jeje menilai Hardiknas dan Harkitnas memiliki benang merah perjuangan yang sama, yaitu lahir dari kesadaran kaum terpelajar-Dok. Diskominfo Kab Bandung Barat-

BANDUNG BARAT -- Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 menjadi momentum penegakan semangat pendidikan di Kabupaten Bandung Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyerukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat demi menjaga masa depan generasi muda.

"Melalui momentum ini, mari kita nyalakan kembali semangat kebangkitan dalam diri kita masing-masing," ujar Jeje saat peringatan Hardiknas dan Harkitnas di lingkungan Pemkab Bandung Barat, Plasa Mekarsari, Ngamprah, Rabu, 20 Mei 2026.

BACA JUGA:Demi Pendidikan Layak, Bupati Jeje Ajak Warga Aktif Laporkan Kerusakan Sekolah

Bupati Jeje menilai Hardiknas dan Harkitnas memiliki benang merah perjuangan yang sama, yaitu lahir dari kesadaran kaum terpelajar.

Menilik sejarah Boedi Oetomo pada 1908 sebagai tonggak kebangkitan nasional, ia menegaskan bahwa semangat memajukan bangsa lewat pendidikan dan persatuan tetap menjadi senjata utama dalam menghadapi tantangan zaman modern.

"Kini tantangan kita bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, transformasi digital, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman," katanya.

Peringatan tahun ini mengusung dua tema besar: "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua" untuk Hardiknas, dan "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara" untuk Harkitnas.

BACA JUGA:Pemkot Antisipasi Keterbatasan Pasokan Daging Sapi, Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Bijak Berbelanja

Bupati Jeje menilai kedua tema tersebut berkelindan erat karena masa depan bangsa bertumpu pada kualitas generasi mudanya.

Ia menegaskan, mutu pendidikan bukan melulu beban sekolah, melainkan tanggung jawab kolektif yang melibatkan keluarga, masyarakat, hingga pemerintah.

"Untuk menjaga dan membentuk generasi yang kuat, tidak cukup hanya mengandalkan sekolah. Diperlukan partisipasi semua pihak," ujarnya.

Menyikapi derasnya arus teknologi, Bupati Jeje mendesak orang tua dan guru untuk mengambil peran aktif sebagai benteng digital bagi anak-anak.

Langkah ini krusial agar generasi muda mampu memanfaatkan ruang digital secara sehat, produktif, dan beretika.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait