Apakah Boleh Puasa Tarwiyah Tapi Tidak Puasa Arafah? Penjelasan Buya Yahya dan Hukumnya
Apakah Boleh Puasa Tarwiyah Tapi Tidak Puasa Arafah? Ini Penjelasannya.-Adobe Stock-Pinterest
Ia menambahkan bahwa umat Muslim yang melaksanakan puasa Arafah maka akan dihapusnya dosa-dosa kecil.
"Kalau dosa gede harus ada taubat khusus, misalnya perzinaan, meninggalkan shalat. Ini harus ada taubat khusus," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan bahwa puasa Arafah merupakan salah satu bentuk kemurahan dan karunia dari Allah SWT bagi umat Muslim.
"Dengan berpuasa Arafah akan menjadi sebab diampuni dosa-dosa kecil kita. Sebagian ulama mengatakan dosa besar, akan tetapi tetap ada syaratnya," terang Buya Yahya.
Ia kemudian mengingatkan pentingnya bertaubat bagi mereka yang pernah melakukan dosa besar. Menurutnya, puasa Arafah menjadi salah satu kesempatan istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pintu taubat.
BACA JUGA:Jelang Idul Adha Harga Cabai Rawit Tembus Rp80 Ribu, Bawang Merah Rp54 Ribu per Kg
"Dari yang sembilan ini, puasa Arafah adalah yang paling utama," kata Buya Yahya.
Selain itu, Buya Yahya juga mengingatkan agar umat Muslim tidak melewatkan puasa Arafah, terlebih jika sebelumnya telah menjalankan puasa sejak awal bulan Dzulhijjah.
"Kalau bisa dari awal sampai tanggal 9 (Dzulhijjah) berpuasa, tanggal 10 (Dzulhijjah) menyembelih kurban dan ini amalan sunnah setiap tahun," jelas Buya Yahya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: