BREAKING: Kuwait Memanas, Iran Klaim Hantam Pangkalan Udara AS
Ilustrasi: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menyerang pangkalan udara AS di Kuwait.--The Guardian/Shutterstock
Serangan terbaru ini terjadi setelah CENTCOM awal pekan ini mengonfirmasi gelombang serangan sebelumnya di Iran selatan yang menargetkan lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang diduga berusaha memasang ranjau. Iran mengecam serangan itu sebagai pelanggaran berat terhadap gencatan senjata.
Sebelumnya, ketika mengomentari keadaan negosiasi untuk mengakhiri perang dengan Iran, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia belum puas dengan kondisi saat ini.
“Tidak puas dengan situasinya, tetapi kami akan puas. Entah itu, atau kami harus menyelesaikan semuanya,” ujar Trump.
Ketegangan regional meningkat pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang mendorong Teheran membalas dengan rentetan drone dan rudal yang menghantam target-target di seluruh kawasan serta menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang bepergian menuju atau dari pelabuhan Iran melalui jalur perairan strategis tersebut dan sesekali mengatakan bahwa kesepakatan damai sudah dekat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: