Mengapa Rayhan Hannan Selalu Dipanggil Timnas Indonesia? Ini Jawaban John Herdman
Muhammad Raynan Hannan, gelandang Persija Jakarta.-dok.disway.id-
JAKARTA , DISWAY.ID— Ketika daftar pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026 diumumkan, nama Muhammad Rayhan Hannan (22) luput dari perhatian publik. Namanya tenggelam dari para pemain skuad Garuda seperti Marselino Ferdinan, Maarten Paes, Emil Audero, hingga Mathew Baker.
Rayhan yang merupakan gelandang muda Persija Jakarta diam-diam menimbulkan fakta menarik karena paling sering dipanggil pelatih John Herdman masuk Timnas Indonesia.
Hal itu kembali terbukti ketika John Herdman memasukkan namanya ke dalam skuad untuk menghadapi Oman dan Mozambik pada agenda FIFA Matchday Juni 2026.
Bagi sebagian suporter, pemanggilan Rayhan mungkin terasa biasa saja. Namun bagi sang pemain, kesempatan tersebut memiliki arti besar.
"Rasanya senang, apalagi ini senior pertama saya dengan banyak diaspora. Jadi belajar banyak juga dengan mereka," ujar Rayhan usai mengikuti latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, belum lama ini.
Meski sempat merasa canggung, Rayhan Hannan mengaku mendapat sambutan hangat dari para pemain senior.
"Rasanya senang. Apalagi ini senior pertama saya juga dengan banyak pemain diaspora, jadi banyak belajar juga dari mereka dan bersyukur sekali bisa dipanggil ke tim ini," kata Rayhan.

Muhammad Raynan Hannan, gelandang Persija Jakarta kembali masuk Timnas Indonesia. (Foto: dok.disway.id)
Dia menepis anggapan bahwa para pemain yang berkarier di Eropa atau kompetisi luar negeri sulit didekati. Sebaliknya, dirinya justru merasakan suasana kekeluargaan selama menjalani pemusatan latihan bersama Skuad Garuda.
"Saya senang karena mereka welcome banget sama saya. Mereka banyak kasih ilmu. Mereka juga enggak jual mahal. Mereka mau bantu saya berkembang dan saya sangat senang berada di sini," ujarnya.
Dari Persija ke Timnas Indonesia
Perjalanan Rayhan musim ini tidak selalu berjalan mulus. Di awal kompetisi bersama Persija Jakarta, namanya sempat tenggelam. Kesempatan bermain tidak sebanyak yang diharapkan.
Persaingan di lini tengah membuatnya harus bersabar menunggu momen yang tepat.
Namun situasi berubah memasuki paruh akhir musim. Sejak Maret 2026, performanya meningkat signifikan.
Dalam 10 pertandingan terakhir bersama Persija, Rayhan hanya sekali tidak menjadi starter. Dari periode tersebut, ia mencatatkan tiga gol dan satu assist.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: