Penyaluran Daging Dam oleh Adahi Diklaim Tepat Sasaran dan Semakin Modern

Rabu 03-06-2026,17:27 WIB
Penyaluran Daging Dam oleh Adahi Diklaim Tepat Sasaran dan Semakin Modern

Talal Abdullah Al Harbi, perwakilan Humas Adahi (kanan) menunjukkan kemasan daging dam-MCH-

MAKKAH, DISWAY.ID-- Program pengelolaan hewan kurban Adahi milik Kerajaan Arab Saudi terus menunjukkan kemajuan signifikan.

Sistem penyembelihan dan distribusi daging dam kini menjadi lebih efisien, higienis, dan berbasis teknologi tinggi.

Talal Abdullah Al Harbi, perwakilan Humas Adahi, menyatakan bahwa transformasi Adahi telah mengubah tata kelola kurban secara besar-besaran.

BACA JUGA:Satgas Mina Apresiasi Kinerja Petugas, Soliditas Jadi Penentu Kesuksesan Kawal Puncak Haji

Sebelum program ini digulirkan pada 1403 H atas arahan Raja Fahd, pengelolaan kurban masih banyak dilakukan secara ilegal dan tidak terawasi.

“Dahulu marak pemotongan ilegal yang mengakibatkan banyak daging terbuang sia-sia atau membusuk,” ujar Talal saat menerima kunjungan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Tahun ini Adahi memproses 1,2 juta ekor kambing, naik dari 1 juta ekor pada tahun sebelumnya. Seluruh proses pembelian sudah terintegrasi dengan aplikasi Nusuk.

“Kami mampu memproses satu ekor kambing hanya dalam waktu 7 detik. Tahun lalu, dalam satu jam pertama setelah salat Idul Adha, kami berhasil memproses 27.000 ekor,” ungkap Talal.

Adahi menerapkan standar ketat dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk mendeteksi jumlah hewan dan penimbangan hingga akurasi 99 persen.

Operasional dipantau 1.250 CCTV selama 84 jam penuh. Hewan juga melalui dua kali pemeriksaan kesehatan dan dikarantina selama dua bulan sebelum disembelih.

BACA JUGA:Wamenhaj Minta Petugas Tetap Maksimal Layani Jemaah hingga Pulang ke Tanah Air

Daging dibekukan hingga -80°C dalam waktu 30-40 menit dan dikemas dalam dua bentuk: daging beku 3 kg dan daging kaleng 400 gram untuk daerah terpencil serta konflik.

Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam PPIH Arab Saudi, Afief Mundzir, mengatakan partisipasi jemaah Indonesia dalam penyaluran Dam melalui Adahi mengalami lonjakan tajam.

“Tahun ini tercatat sebanyak 135.000 jemaah Indonesia membayar Dam melalui Adahi. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 80.000 jemaah,” ujar Afief yang juga menjabat Direktur Bina Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait