BMKG Soroti Cuaca 2026: Kemarau Meluas, Risiko Hujan Lebat Masih Ada

Jumat 19-06-2026,20:55 WIB
Reporter: M. Ichsan |
BMKG Soroti Cuaca 2026: Kemarau Meluas, Risiko Hujan Lebat Masih Ada

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini guna mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.-BMKG-

Sirkulasi siklonik yang terbentuk di Samudra Hindia barat Sumatera dan Samudra Pasifik utara Papua Barat, Kondisi atmosfer lokal yang masih labil dan mendukung pertumbuhan awan hujan. 

"Kombinasi faktor-faktor tersebut berpotensi meningkatkan peluang terjadinya hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia," sebut BMKG. 

Prakiraan Cuaca Indonesia 19–25 Juni 2026

BMKG memprakirakan cuaca Indonesia pada periode 19 hingga 21 Juni 2026 umumnya didominasi hujan ringan hingga hujan lebat.

Potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dengan status peringatan dini siaga diperkirakan terjadi di: Sumatra Utara, dan Kepulauan Bangka Belitung Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku

Untuk periode 22 hingga 25 Juni 2026, kondisi cuaca secara umum masih didominasi hujan ringan hingga lebat. 

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang dengan status siaga adalah Papua Pegunungan. Adapun potensi angin kencang diperkirakan masih terjadi di Nusa Tenggara Timur dan Maluku

BACA JUGA:Dasco dan Komisi III DPR Terima Perwakilan Mahasiswa Trisakti, HMI, dan UMB, Apa yang Dibahas?

Menghadapi musim kemarau yang semakin meluas, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. 

Masyarakat dianjurkan untuk menjaga kecukupan cairan tubuh, menghemat penggunaan air, serta menggunakan pelindung seperti topi, payung, dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini guna mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait