Omong Kosong Ketua BEM FH UBK Sebelum Ngaku Terima Uang Suap Cash: Kita Murni Kepentingan Rakyat!
Polda Metro Jaya minta Muhammad Abdi Maludin membongkar sosok polisi yang diklaim memberi uang Rp20 Juta agar memindahkan lokasi demonstrasi dari Istana ke DPR---Dok. Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Omong kosong seorang Muhammad Abdi Maludin, Ketua BEM FH Universitas Bung Karno (UBK) mengaku semua upayanya dikerahkan hanya untuk kepentingan masyarakat Indonesia.
Parahnya, Muhammad Abdi Maludin mengaku mendapat bayaran cash saat sebelum bertemu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat.
Meski mengaku sempat menolak banyak tawaran uang agar tidak turun ke jalan, tetapi pada akhirnya ia tetap mengambilnya.
Sambil menunjukkan gelagap yang panik, Abdi mengakui bahwa dana tersebut ia terima dari pihak oknum kepolisian.
Ia diminta untuk mengerahkan kawan-kawan mahasiswa lain untuk TIDAK turun ke jalan menggelar aksi di Istana dan DPR.
Akan tetapi pada akhirnya massa tetap berorasi, ajakan Abdi tidak digubris.
"Masalah uang itu, saya dikasih cash, diminta (para mahasiswa) tidak turun ke Istana Negara. Tapi teman-teman tetap turun," pungkasnya.
"Memang sejak sebelum aksi, sudah banyak yang memberi (saya) uang, tapi saya menolak," lanjut Abdi.
Dalam sebuah wawancara, sebelumnya Abdi memberikan bantahan bahwa ada unsur yang menungganginya dalam aksi demo awal bulan Juni lalu.
"Saya menjawab semua tudingan kepada kami, tidak ada unsur yang menunggangi kami. Itu murni kepentingan rakyat, itu murni hasil dari keresahan kami di Universitas Bung Karno kawan-kawan," ungkap Abdi.
"Tujuan kita hanya satu, yaitu memperbaiki Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja. Tolong lah Presiden Prabowo Subianto," sambungnya.
Dan kini, pada tanggal 22 Juni 2026 malam, Abdi kena sidang dan konfrontasi besar di kampus UBK.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: