Bukan Gerakan Individu, PDIP Sebut Dugaan Uang ke Mahasiswa UBK Terstruktur

Selasa 23-06-2026,16:33 WIB
Reporter: Anisha Aprilia |
Bukan Gerakan Individu, PDIP Sebut Dugaan Uang ke Mahasiswa UBK Terstruktur

Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus menyayangkan pelaksanaan diskusi yang menampilkan sejumlah pejabat pemerintah di Universitas Gadjah Mada (UGM) berakhir ricuh-disway.id/Anisha Aprilia -

JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus merespon adanya mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang diduga menerima suap setelah bertemu Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. 

Deddy menilai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa dalam setiap gerakan mahasiswa selalu ada potensi pihak tertentu yang berupaya memanfaatkan atau menunggangi aksi mahasiswa untuk kepentingan tertentu

“Ini menunjukkan bahwa dalam setiap keramaian, dalam setiap gerakan mahasiswa, memang ada pihak-pihak yang berpotensi menunggangi,” kata Deddy kepada wartawan, Selasa, 23 Juni 2026. 

Deddy pun mengatakan partainya kerap dituding menunggangi gerakan mahasiswa tersebut. 

Namun, kata dia, dalam peristiwa UBK itu yang menunggangi adalah Wapres Gibran. 

"Nggak tahu itu arahan dia atau inisiatif anak buahnya. Tetapi kalau inisiatif anak buah, saya kira aneh," ujar dia. 

Ia menyinggung pengakuan sejumlah mahasiswa yang menyebut menerima uang puluhan juta rupiah untuk mengubah agenda aksi dan melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden. 

“Mahasiswa itu menurut pengakuan mereka diberikan uang oleh polisi sekitar 20 juta lebih, 20 sampai 30 juta, untuk kemudian belok arahnya, demonya bertemu dengan Wapres secara langsung,” jelasnya. 

Legislator PDIP itu menilai dugaan pengaturan semacam itu sulit terjadi secara spontan di tingkat bawah. 

Karena itu, ia menduga terdapat orkestrasi yang lebih besar di balik peristiwa tersebut. 

“Nah, orkestrasi murahan kayak begini kan enggak mungkin dari bawah, tapi dari atas,” ujarnya. 

Ia meminta agar masyarakat tak menuduh PDIP sebagai dalang menggerakkan aksi unjuk rasa untuk mengkritik pemerintah. 

"Nah, saya kira ini pelajaran buat kita semua agar jangan sembarangan menuduh. Karena, kadang-kadang orang-orang yang sembunyi di belakang itu lebih mudah untuk melakukan manuver-manuver murahan kayak begini," tuturnya. 

Sebelumnya, pengakuan Ketua BEM FH UBK (Universitas Bung Karno), Muhammad Abdi Maludin, menghebohkan publik setelah video pernyataannya viral di media sosial. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait