Basah Wet
ilustrasi akhir dari perang Israel-Amerika Serikat vs Iran.--
Semua pihak tidak jadi berangkat ke Geneva, Swiss, kemarin. Padahal Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif sudah hampir menuju bandara. Ia didampingi oleh panglima militernya, Marshal Syed Asim Munir. "Dokumen yang mestinya ditandatangani di Swiss sudah ditandatangani secara elektronik," ujar pemimpin Pakistan itu.
Sehari sebelum jadwal keberangkatan itu ibu kota Islamabad sudah siap mengantarkan sang pemimpin. Spanduk-spanduk selamat jalan bertebaran di seluruh penjuru kota. Rakyat Pakistan menjadikan pemimpin mereka pahlawan perdamaian.
Memang perdamaian ini sangat penting bagi seluruh dunia --termasuk bagi Presiden Prabowo dan kita. Terutama bagi Pakistan sendiri yang akibat perang negeri itu masuk ”ICU”.
Seluruh dunia juga mengucapkan selamat pada Shahbaz Sharif. Hanya India yang tidak. India memuji Amerika atas perdamaian itu tanpa menyebut nama Shahbaz Sharif dan Pakistan. Anda sudah tahu apa yang terjadi antara dua negara.
Sebenarnya peran Qatar juga sangat penting. Qatar sangat dipecaya oleh dua pihak. Pertemuan rahasia para pihak sering dilakukan di Qatar. Jangan lupa: Qatar yang berhasil mendapat kepecayaan Iran untuk melepas tahanan Amerika di Iran tahun 2023 lalu.
Kabarnya tanpa Qatar tidak mungkin ada kesepakatan damai. Utamanya di pasal pencairan dana Iran yang dibekukan di Barat. Iran tidak mungkin percaya pencairan uang itu bisa jadi kenyataan. Maka Qatar yang jadi penjaminnya.
Bahwa para pihak batal ke Swiss tidak ada yang mengkhawatirkannya. Perjanjian tetap berjalan. Bentuk tanda tangan hanyalah formalnya. Yang penting dua pihak sudah sepakat. Apalagi tanda tangan elektronik sama kuatnya dengan tanda tangan basah. Istilah ”tanda tangan basah” hanyalah terjemahan dari istilah hukum dalam bahasa Inggris: wet signature -- meski bisa juga disebut ink signature atau handwritten signature.
Di Amerika kekuatan hukum tanda tangan basah dan elektronik sudah sama utamanya sejak terjadinya Covid-19. Sekarang ini tanda tangan elektronik sudah lebih banyak dipakai dari yang basah.
Di Amerika dasar hukumnya sudah ada. Yakni Electronic Signatures in Global and National Commerce Act (E-SIGN Act) dan Uniform Electronic Transactions Act (UETA).
Platform yang dipakai tanda tangan elektronik Anda sudah tahu: DocuSign dan Adobe Acrobat Sign. Masih ada platform lainnya seperti Dropbox Sign. Tapi dua pertama yang umum dipakai, termasuk di Indonesia. Di beberapa negara bagian dokumen tertentu masih wajib tanda tangan basah. Misalnya surat waris.
Di Iran dokumen perdamaian itu juga ditandatangani secara elektronik. Yang tanda tangan ketua parlemen atas persetujuan presidennya. Sedang pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Mujtaba Khamenei sudah merestui dengan catatan: para pemimpin eksekutif Iran menjamin bahwa dokumen perdamaian itu tidak merugikan kepentingan nasional Iran.
Di Amerika, harga BBM langsung turun. Di sana harga BBM tiap kota tidak sama. Ada tambahan pajak daerah yang tidak seragam. Di California misalnya, ada tambahan pajak pencemaran lingkungan. Rata-rata harganya kemarin turun menjadi 4 dolar pergalon, terendah dalam masa kepresidenan Donald Trump yang kedua.
Harga minyak dunia memang terus turun. Kemarin sudah turun menjadi USD79-80. Mungkin tunggu sampaiUSD75 baru harga Pertamax Indonesia bisa diturunkan (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 19 Juni 2026: Dolar Saniharto
Muh Nursalim
Semalam 50 juta. Dan mebelnya dari Semarang. Ini baru keren. Mbayangkan kayu-kayu Kalimantan dan Sumatra dijual dalam rupa mebel tersebut. Betapa kaya rayanya Indonesia. Maksudnya pengusahanya. Hla itu hanya dijual gelondongan. Jutaan kubik dikirim begitu saja. Meninggalkan malapetaka di area bekas hutannya. Hak merusak hutan diberikan secara serampangan. Kasihan anak cucu. Dapat warisan hutan gundul.
Wilwa
@Juve. Konon IMF marah besar sama Purbaya karena menolak pinjaman USD sehingga konon BEI dan Rupiah dikerjain. Kerjasama dengan semua institusi yang terkait seperti MSCI, Goldman Sachs, Moody, sampai Soros. Lucu juga kalau dipikir bahwa ada “Bank” marah sama orang yang tak mau diberi pinjaman lalu ngerjain orang tersebut supaya terpaksa atau dipaksa pinjam. Prabowo mungkin dibisiki soal DHE yang konon secara tak langsung berkelindan dengan IMF. Begitu cocokloginya. :):):)
istianatul muflihah
Tadi malam, wilayah perbatasan Ponorogo-Madiun dapat jatah pemadaman listrik. Saya jadi ingat tulisan seorang kawan di WhatsApp yang mengeluh soal apa apa yang terjadi di 2026 ini. 2026 mewujudkan Indonesia byar pet. Seorang pedagang jus juga ikut mengeluh, ada orderan tapi listrik mati. Blendernya tidak bisa diajak kerja. Kalau listrik mati, lampu listrik (apaya namanya yang benar) diganti lampu emergensi. Tapi tidak semua alat dengan tenaga listrik ada versi 'emergensi' nya ... Yang menarik, cerita dari warga pucuk nggunung yang nggumun melihat kota yang semalam peteng ndedet. "Di desa, pada punya genset mbak. Sudah program. Kok di kota malah ngga ada yang punya ya" Saya juga ngga tahu, kenapa. Mungkin karena di kota, sudah lama ngga ada pemadaman listrik (?) bergilir.
Liam Then
Jika dulu di dua pemilu lawan Pak Jokowi, anak buah Pak Prabowo jadi faktor yang menggagalkan Pak Prabowo jadi presiden. Di pemilu mendatang, bisa jadi akan terjadi kembali. Jika tidak segera dirombak dan diatur orang-orang disekeliling Beliau. Ini cuma analisa Tjap Kepala Kelinci. Jangan dianggap serius. Program Pak Prabowo itu sebenarnya brilian. Seperti cahaya bulan purnama di tanggal 15 kalender cina. Masalahnya kalau bulan purnama itu tertutup awan, malam jadi gelap. Bukan programnya yang tak bagus. Tapi model pelaksanaannya. Karena Pak Probowo tak mungkin kerja sendiri. Logikanya tentu ada yang harus jadi biang kerok bukan? Lagi-lagi ini analisa Tjap Kepala Kelinci.
heru santoso
Marung kemarin petang itu gayeng sekali. Tempe goreng, jemblem dan secangkir kopi tubruk menjadi teman rutin kami ngobrol tentang apa saja. Menjelang malam beberapa orang turun dari lincak, buka kalangan main kartu remi di tikar. Suara gelak tawanya dan pisuhan seringkali meledak. Aku lanjut ngobrol tentang harga tebu yang jatuh dan panenan jagung yang lebih bagus dan stabil: 6 ribu perkilo. Kang Parmin biasanya jam 11 malam segera pamit. Namun kali ini tidak. Jadwal antar istri ke dapur SPPG sedang liburan sebulan. Ia mengeluh pendapatan bakal seret. Juga jedanya gaji sekitar 150 pegawe SPPG. Yu Painem istrinya Kang Parmin memang menjadi juru masak di salah satu dari 3 SPPG di desaku. Ya, ada 3 SPPG di satu desa ini. Di desa ini ada 2 SDN dan satu Madrasah. Total siswa tidak lebih 200. Desa ini berada di wilayah kecamatan Bendo yang selemparan batu dari kampungnya Pak DI. Seluruh kecamatan ada 26 SD, 2 SMP dan 1 SMK. Total siswa 4 400. Jangan tanya berapa ompreng kapasitas seluruh SPPG yang bercokol di wilayah kecamatan ini.
Liam Then
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah mengusulkan pengenaan pajak tinggi untuk pembangunan rumah tapak (landed house) di kawasan perkotaan. Usulan ini bertujuan untuk mengatasi kelangkaan lahan perkotaan dan mendorong masyarakat agar beralih ke hunian vertikal seperti apartemen. Rincian utama dari wacana kebijakan ini meliputi: *Fokus Lokasi: Diberlakukan khusus untuk rumah tapak yang berada di area perkotaan padat penduduk dan kawasan strategis. **Penghapusan Subsidi: Selain pengenaan pajak tinggi, Fahri turut mengusulkan untuk menghapus subsidi bagi pembeli rumah tapak. ***Tujuan Akhir: Mengonsolidasikan lahan agar lebih optimal dan mendorong pergeseran gaya hidup hunian masyarakat ke arah rumah susun yang lebih terjangkau. Apakah Pak Fahri Hamzah tahu, rumah tapak bersubsidi itu penerimanya golongan masyarakat ekonomi rentan, dan pasangan usia muda yang merupakan pemilik rumah pertama? Kenapa pernyataan seperti ini dikeluarkan tanpa mempertimbangkan kondisi riil yang terjadi? Solusi berupa pemberian penalti pajak, alih-alih pemberian opsi solusi tanpa merusak fondasi yang sudah ada, apakah susah dicari?
Liam Then
Pengenaan pajak tinggi untuk landed house. Alur logikanya pasti ,jika pajak bangun rumah tapak dinaikan, pemerintah dapat duit. Masyarakat yang tak mampu bayar pajak rumah tapak, ramai-ramai pindah ke apartemen. Apartemen jadi laku. Tanah kemudian lama-lama jadi tersedia untuk dijadikan proyek apartemen. Saya jadi kusut. Pertama masyarakat bangun rumah tapak, jika pajak dinaikan, apakah itu langsung berarti mereka betah dan mau tinggal di apartemen? Dan ada pertanyaan bodoh, siapa yang diuntungkan dari kebijakan ini kalau ada dilaksanakan? Apakah pengembang apartemen. Ataukah pemerintah yang nanti turun tangan bangun apartemennya? Tapi bayangkan kerepotan kerjanya. Pemerintah harus bangun rumah apartemennya dulu, bangun seluruh sistemnya agar bisa tampung dan "sustain" kegiatan kehidupan masyarakat yang pilih pindah. Apakah langsung berarti mereka mampu tanggung biaya hidup di apartemen? Bagaimana dengan proses asimilasinya? Berapa persen orang Indonesia yang terbiasa dan mau tinggal di Apartemen? Bahkan di Amerika, rumah tapak masih jadi pilihan utama. Makanya banyak kawasan suburb di sana. Di Hongkong memang banyak apartemen, tapi itu mereka terpaksa. Dan sistem infrastruktur perkotaan mereka memang sudah dari awal didisain untuk itu. Harga lahan yang tinggi di perkotaan bukan hanya semata karena adanya rumah tapak. Banyak sekali faktor penyebab lain. Hilangkan subsidi rumah tapak. Apakah ini disanding dengan subsidi besar-besaran rumah apartemen?
Riki Gana S
Sekarang negara ikut campur (banget) urusan usaha warganya. Melalui permenkum 49/2025, PT (baik yg mikro sampe yg besar) wajib upload laporan keuangan tahunan dan rups ke kementrian hukum (AHU Online). Kalo gak nurut nanti di blokir. Waktunya tinggal Juni ini. Bagi usaha mikro ini sulit, karena ada biaya tambahan. Omzet dikut, habis sama biaya untuk negara. Nasip! ????????
Johannes Kitono
Komentar ini langsung di respon drg Yeni Witarsa anak drg Endang Witarsa ( alm ). Ternyata drg Yeni teman kuliah drg Winarto alias The Sien Djoen. Nama Saniharto adalah gabungan nama 4 saudara, yaitu: Santoso, Yani, Harsono dan Winarto.Patent dan pasti tidak bisa diganti seperti Vinotti.Drg John Takili selain founder taruhan tenis juga produsen PT Andini. Produsen Peralatatan dokter gigi. Dan ada lagi Drg Kiat Sek mantan pemain PSSI yang berhasil main drama 0 - 0 vs Uni Sovyet di Olimpiade Melbourne ( 1952 ). Drg Nani Sadikin adalah isteri Gubernur Ali Sadikin .Ternyata drg di NKRI multi talenta. Dari bandar tenis, direktur Meubel, Coach Sepak bola dan kolektor Lukisan Lee Man Fong. S S H B
Bahtiar HS
Winarto Enggalhardjo. Dokter gigi. PNS. Jad kepala produksi pabrik meubel. Kok bisa? TERPAKSA. Mungkin dunia sebagian besar seperti drg. Winarto ini. Terpaksa jadi sesuatu yang tidak serumpun dengan ilmunya di sekolahan. Admin saya 2 orang juga lulusan sebuah kampus swasta. UIN dari suatu kota. Jurusan Tafsir Qur'an. Saya dengar mereka hafizhah juga! Jam kerja di tempat saya bekerja. Di luar itu balik ke pondok mengasuh santri2. Masya Allah. Datang tepat waktu. Pulang juga tepat waktu wkwkw. Alhamdulillah, barang dan uang sofar selama ini aman. Saya mungkin bagian dari yg sedikit: lulusan IT, kerja di IT. Tp sekian tahun terakhir ini kelihatannya saya mulai tergoda untuk mindo. Cari kerjaan tambahan, maksudnya. Di luar kompetensi sekolahan. Jadi entrepreneur. Pengusaha. Kecil-kecilan. Sekalian utk persiapan pensiun bbrp thn lagi. Karena saya percaya, semua berangkat dari yang kecil. Gajah yang besar itu awalnya juga dari Bledug --Saya dulu heran, kok gajah awalnya dari bledug (bahasa Jawa untuk debu). Ternyata orang Jawa menamai anak gajah itu bledug wkwk. Kenapa jadi pengusaha? TERPAKSA. Lbh tepatnya DIPAKSA, krn istri yg nakes mencoba jd pengusaha jg. Dari mulai bantu2 packing, antar barang, nemenin presentasi, buka bazar hingga akhirnya hrs cancut tali wondo. Lbh susah nolak maunya istri daripada maunya kakak spt drg Winarto kan? Ya wis que sera-sera. What ever will be, will be. Seperti lagu Krisdayanti, pd akhirnya setelah dilalui sekian lama, AKU MAKIN CINTA. :))
Taufik Hidayat
Cerita tentang dolar ini mengingatkan saya akan thn 1997:1998 ketika krisis ekonomi melanda negeri ini. Kebetulan saat itu perusahaan tempat saya kerja di bidang jasa dengan pendapatan 99 persen lebih dalam Dollar dan pengeluaran di dominasi rupia. Yg jadi hancur lebur adalah ketika melaporkan kinerja perusahaan di rapat anggaran tahunan. Penghasilan jadi meledak ratusan persen, keuntungan pun demikian. Kemudian datang tahun 1998. Bahkan banya penghasilan dengan uang tunai berbentuk dolar yg kadang lusuh dan jelek. Karena banyak yang kebut ke LN beli tiket dadakan. Uniknya dolar lusuh ini hampir tidak laku dijual di money changer dalam negeri. Nah kalau kita kebetulan dinas ke LN dapat deh dolar lusuh sebagai uang saku dan harus habis ditukar di Singapura karena di sana laku laku aja . Asyik halası Dollar sin di sini lebih mudah tukarnya walau tidak nulis nulis banget kondisinya .
Edi Sampana
Sayang ya drg. Winarto Enggalhardjo dulu berhenti praktik dokter gigi. Sama seperti drg Fadli yang jadi bintang film. Padahal jaman dulu kita kekurangan drg. Mungkin karena gaji PNS yang rendah, orang Tionghoa jarang yang jadi PNS. Kalau jadi PNS mereka paling jadi dokter gigi atau dokter umum. Sepenglihatan saya, di Banjarmasin (Kalimantan Selatan) pada tahun 1980-1990-an, mungkin hampir 50% dokter gigi PNS adalah Tionghoa.
Ahmed Nurjubaedi
Ternyata. Tukang kayu memang bukan sembarang orang. Tidak salah kalau sampai jadi cerita legend kelas dunia. Yang bahkan Disney pun membuatkan filmnya. Ayah Pinokio adalah tukang kayu.
Er Gham 2
Mengapa orang enggan ---bahkan takut --- berobat ke dokter gigi. Apakah karena saat mulut terbuka, mata melihat langsung alat periksa nya yang mengerikan. Belum lagi ada sorot lampu yang menyilaukan, bagai sedang diinterogasi polisi. Selama pemeriksaan berlangsung, hormon adrenaline dan kortisol sepertinya mengalir deras. Fenomena masyarakat malas ke dokter gigi seharusnya menjadi evaluasi bagi komunitas dokter gigi. Fenomena kedua: mahal. Kenapa periksa gigi lebih mahal dibandingkan periksa ke dokter umum.
Bahtiar HS
Pak @Jo Neka. Lha gimana? Sebenarnya saya pengin pulang kampung, jadi rakyat biasa. Jadi Presiden bukan kemauan saya. Tp orang-orang memilih saya, ya terpaksalah saya jadi Presiden. Saya masih sanggup datang ke provinsi2. Saya msh sanggup datang ke kabupaten2. Kota2. Kalau perlu saya msh sanggup datang ke kecamatan2. Saya masih sanggup!! Kita punya 38 prop, 514 kab, 7000an kec. Saya masih sanggup! Wkwkwk.
istianatul muflihah
Alkisah tukang kayu, menyiapkan kursi untuk anaknya.
siti asiyah
Salut dengan kerukunan kakak beradik sampaipun pada urusan bisnis / berniaga. Sesuatu yang teramat mahal , sebab rukun sebab sanak bersaudara kadang teramat sulit mewujudkannya, apatah lagi sanak bersaudara berbisnis tapi tetap rukun. Nilai tak terhingga yang saya teramat iri sebab saya tiga bersaaudara tak bisa menikmatinya.Saya sulung, gegara adik beradik keukeh egonya jadilah kerukunan itu pecah tak lebih dari setahun sepeninggal ibu kami.Tersebab alasan tak memperpanjang permasalahan, saya tak pernah tega membicarakannya.Tetap tak lelah menyambung saudara, saya tetap rajin mendatangi saudara adiuk beradik itu.Tapi perilaku mengalah saudara tua selalu mendatangi adiknya belum menggerakkan adik beradik mengalah untuk mendatangi saudaranya. ( curhat pagi , terimakasih pak DI )
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
PABRIK MEBEL DAN "ALAT" DOKTER GIGI.. Cerita Saniharto tentang dokter gigi di pabrik mebel mengingatkan saya pada seorang teman. Ia juga bermain di dunia mebel. Tetapi caranya unik. Ia membeli mebel ukiran mentah dari Jepara. Lalu datanglah "dokter gigi" dari Tiongkok. Bukan manusia. Tetapi mesin kecil dengan berbagai mata bor. Bentuknya mirip alat yang biasa dipakai membersihkan gigi. Dengan alat itulah ukiran diperhalus. Lekukan kayu dirapikan. Permukaan disempurnakan. Setelah itu diberi finishing dan warna dengan standar tertentu. Hasil akhirnya menarik. Jiwa Jepara tetap ada. Tetapi sentuhan akhirnya membawa rasa internasional. Ini menunjukkan satu hal. Dalam industri mebel, keunggulan bukan hanya pada bahan baku. Kayu bagus belum tentu menjadi produk mahal. Ia perlu sentuhan teknologi dan mata yang teliti. Barangkali inilah rahasia industri global. Tidak selalu menciptakan dari nol. Kadang mengambil karya lama, lalu memberinya sentuhan baru. Seperti dokter gigi. Tidak mengganti gigi manusia. Hanya memperbaiki agar kembali bersinar. Ternyata kayu pun punya "senyum". Tinggal siapa yang memolesnya.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
SANIHARTO DAN ILMU KETEPATAN.. Keberhasilan Saniharto bukan sekadar cerita ekspor mebel. Ini contoh menarik tentang manajemen berbasis kompetensi. Sebuah perusahaan tumbuh ketika fungsi berjalan sesuai keahlian. Harsono memahami pasar. Winarto memahami proses. Keduanya tidak saling mengambil wilayah. Dalam ilmu manajemen, pembagian peran seperti ini disebut strategic alignment. Visi bisnis harus bertemu dengan kemampuan operasional. Yang menarik, latar belakang Winarto sebagai dokter gigi justru menjadi modal. Dunia medis melatih ketelitian, disiplin prosedur, dan standar kualitas tinggi. Industri mebel kelas dunia bukan hanya soal kayu mahal. Ia soal konsistensi. Ukuran harus tepat. Sambungan harus sempurna. Finishing harus tanpa kompromi. Hotel bintang lima tidak membeli kursi hanya untuk diduduki. Mereka membeli pengalaman. Karena itu kualitas menjadi bahasa universal. Saniharto memberi pelajaran bahwa pendidikan formal bukan batas kemampuan seseorang. Yang menentukan adalah kemampuan menerjemahkan ilmu menjadi nilai ekonomi. Kadang inovasi terbesar bukan menemukan teknologi baru. Tetapi menemukan cara baru menggunakan ilmu lama. Dokter gigi menjaga senyum manusia. Di Saniharto, ia ikut menjaga senyum pelanggan dunia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 118
Silahkan login untuk berkomentar