Di Forum NU, Prabowo Singgung Kekayaan Negara yang 'Raib' ke Luar Negeri

Selasa 23-06-2026,18:11 WIB
Di Forum NU, Prabowo Singgung Kekayaan Negara yang 'Raib' ke Luar Negeri

Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026.--Setpres

JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto menyoroti banyaknya kekayaan negara yang diambil oleh pihak-pihak yang ingin memperkaya diri.

Bahkan, kata Prabowo, harta kekayaan tersebut mengalir ke luar negeri.

"Kita harus mengakui terlalu banyak kekayaan negara yang hilang, yang diambil dari hak rakyat, hak bangsa, memperkaya segelintir orang saja. Bahkan kekayaan tersebut terlalu banyak mengalir ke luar negeri, tidak tinggal di bangsa Indonesia," kata Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026.

BACA JUGA:Prabowo Terlanjur Nyaman di Tengah Keluarga Besar NU, Tetangga Gus Dur Sejak Kecil

Menurut Prabowo, kondisi tersebut harus dihadapi dengan jujur dan berani.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh mempertahankan sistem yang membuat kekayaan nasional terus keluar dari negeri sendiri.

"Jadi kesulitan yang kita alami sekarang, kita harus berani menghadapi, kita harus berani menghadapi kenyataan," imbuhnya.

Mantan Menteri Pertahanan ini menyebut hanya bangsa bodoh yang membiarkan penyimpangan tersebut terjadi.

BACA JUGA:Minta Lebih Cepat, Prabowo Disebut Berharap Masa Tunggu Haji di Bawah 26 Tahun

"Karena itu saya ingin menyampaikan pandangan saya. Yang pertama, hanya bangsa yang bodoh yang akan meneruskan suatu sistem di mana kekayaan bangsa tidak tinggal di bangsa itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Gerindra itu menyatakan komitmennya untuk memberantas penyimpangan tersebut.

BACA JUGA:Prabowo Resmi Teken Revisi UU Polri 2026, Atur Pensiun hingga Penempatan Polisi di Jabatan Sipil

Ia menilai sudah saatnya para pemimpin berbicara secara terbuka mengenai berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

"Kita tidak perlu pura-pura, kita tidak perlu bicara manis-manis karena itu memang sering bangsa Indonesia suka bicara yang manis-manis di depan. Kita kadang-kadang tidak mau bicara apa adanya, tapi saya kira sudah saatnya kita bicara apa adanya," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: