Pengamat Energi Soroti Pengungkapan Dugaan Korupsi BBM Pertamina, Minta Kasus Serupa Ikut Diusut
Pengamat kebijakan energi yang juga Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria---Dok. Istimewa
Selain memberikan efek jera, ia menilai langkah tersebut akan mendorong penerapan good corporate governance, memperkuat sistem manajemen risiko, meningkatkan kualitas pengawasan internal, melindungi aset negara, sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Indonesia.
Citra BUMN Tidak Perlu Dikhawatirkan
Sofyano mengakui bahwa pengungkapan perkara besar berpotensi memunculkan kekhawatiran terhadap citra perusahaan pelat merah dalam jangka pendek. Namun, menurutnya, dampak tersebut jauh lebih kecil dibandingkan manfaat jangka panjang berupa terciptanya perusahaan yang bersih dan profesional.
"Setiap pengungkapan kasus besar memang berpotensi menimbulkan kekhawatiran sementara terhadap citra BUMN. Akan tetapi, kerugian citra jangka pendek jauh lebih kecil dibanding manfaat jangka panjang berupa terciptanya perusahaan yang bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat. Yang merusak reputasi bukanlah penegakan hukumnya, melainkan praktik penyimpangan itu sendiri."
Dorong Reformasi Tata Kelola Pertamina
Sebagai penutup, Sofyano berharap seluruh jajaran Pertamina beserta anak perusahaannya memanfaatkan kasus tersebut sebagai momentum untuk melakukan pembenahan tata kelola secara menyeluruh.
Ia mendorong perusahaan memperketat pengawasan terhadap seluruh transaksi komersial, memperkuat sistem manajemen risiko, serta memastikan setiap kerja sama bisnis dijalankan berdasarkan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas.
"Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, masyarakat tentu berharap tidak ada lagi kasus-kasus lama yang tersimpan tanpa penyelesaian. Sektor energi harus dibersihkan dari praktik-praktik yang merugikan negara. Hanya dengan tata kelola yang bersih, profesional, dan berintegritas, Indonesia akan mampu mewujudkan ketahanan energi nasional yang kokoh sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap BUMN sebagai aset strategis bangsa," tutup Sofyano Zakaria.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: