Tata Kelola PBNU Rapuh, Pakar Ingatkan Potensi Infiltrasi Asing

Senin 13-07-2026,08:35 WIB
Tata Kelola PBNU Rapuh, Pakar Ingatkan Potensi Infiltrasi Asing

Forum Bersama Nahdliyin (Forbes) NU 26 menggelar Rembuk Warga NU se-Jabodetabek Seri 3.--Istimewa

Menurutnya, penguatan organisasi dari dalam merupakan prasyarat sebelum NU memperluas perannya di tingkat internasional.

Forum juga membahas isu Palestina dan wacana normalisasi hubungan dengan Israel.

Para pembicara berpandangan bahwa NU perlu tetap berpegang pada prinsip kemanusiaan, keadilan dan dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina sesuai nilai-nilai perjuangan organisasi.

BACA JUGA:Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khittah

Dalam konteks tersebut, Robi Sugara mengusulkan agar semangat Fatwa Resolusi Jihad dipahami kembali sebagai landasan moral dalam membela kemanusiaan dan menolak segala bentuk penindasan.

Sebagai hasil diskusi, peserta Rembuk Warga NU Seri 3 menyampaikan sembilan rekomendasi kepada PBNU, yaitu:

1. Memperkuat mekanisme pengawasan organisasi untuk mencegah masuknya kepentingan yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai NU.

2. Mengembalikan orientasi organisasi pada khittah Nahdlatul Ulama dan menjaga jarak dari kepentingan politik praktis.

3. Mendorong penguatan kemandirian pembiayaan organisasi guna menjaga independensi kelembagaan.

BACA JUGA:Cak Imin Dorong Politisi NU Silakan Berkiprah di Partai, PBNU Harus Bersih dari Politik

4. Mengevaluasi model diplomasi internasional agar lebih berbasis kebutuhan warga dan pendekatan people-to-people diplomacy.

5. Mengoptimalkan fungsi Majelis Tahkim dan Dewan Etik dalam penegakan etika organisasi.

6. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas terhadap sumber pendanaan serta program-program kerja sama internasional.

7. Melakukan penguatan tata kelola organisasi berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan musyawarah.

8. Memastikan setiap program strategis memiliki indikator manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait