Primaya Hospital Bekasi Timur Berhasil Lakukan Terapi Sacral Neuromodulation Pertama di Indonesia

Selasa 14-07-2026,15:45 WIB
Primaya Hospital Bekasi Timur Berhasil Lakukan Terapi Sacral Neuromodulation Pertama di Indonesia

Primaya Hospital Bekasi Timur Hadirkan Sacral Neuromodulation Pertama di Indonesia, Harapan Baru bagi Pasien Gangguan Saraf Berkemih---Dok. Istimewa

Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit menghadirkan teknologi medis berstandar internasional yang dapat diakses masyarakat Indonesia.

"Keberhasilan melakukan tindakan SNM pertama di Indonesia menjadi bukti nyata pengembangan layanan Brain & Neuro sebagai salah satu Center of Excellence Primaya Hospital. Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap teknologi medis terkini tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri. Ke depan, kami akan terus menghadirkan inovasi yang didukung tenaga medis kompeten dan standar pelayanan terbaik agar semakin banyak pasien memperoleh kualitas hidup yang lebih baik," ungkap dr. Meizar.

Pasien Rasakan Perubahan Signifikan Setelah Menjalani SNM

Salah satu pasien pertama yang menjalani tindakan SNM, Ratna Ira Andriyanti (40), mengaku mengalami perubahan besar setelah sebelumnya bertahun-tahun menderita gangguan berkemih akibat kerusakan saraf pascakecelakaan.

Berbagai metode pengobatan yang pernah dijalaninya tidak memberikan hasil maksimal karena penyebab utamanya berada pada sistem saraf.

"Sebelumnya saya selalu khawatir saat beraktivitas karena sulit menahan buang air kecil. Setelah menjalani tindakan SNM, kondisi saya jauh lebih baik. Kini saya bisa kembali beraktivitas dengan lebih percaya diri dan merasa mendapatkan kembali kualitas hidup saya. Saya sangat terharu dan bersyukur," tutur Ratna.

Hadirnya Sacral Neuromodulation (SNM) di Indonesia diharapkan menjadi awal perkembangan layanan neuromodulasi nasional. Dengan teknologi ini, pasien yang mengalami gangguan saraf berkemih kini memiliki kesempatan memperoleh terapi modern berstandar internasional tanpa harus menjalani pengobatan ke luar negeri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: