Primaya Hospital Bekasi Timur Berhasil Lakukan Terapi Sacral Neuromodulation Pertama di Indonesia

Selasa 14-07-2026,15:45 WIB
Primaya Hospital Bekasi Timur Berhasil Lakukan Terapi Sacral Neuromodulation Pertama di Indonesia

Primaya Hospital Bekasi Timur Hadirkan Sacral Neuromodulation Pertama di Indonesia, Harapan Baru bagi Pasien Gangguan Saraf Berkemih---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Dunia kesehatan Indonesia mencatat sejarah baru. Setelah bertahun-tahun pasien dengan gangguan berkemih akibat kerusakan saraf harus mencari pengobatan ke luar negeri, kini teknologi Sacral Neuromodulation (SNM) resmi tersedia di Tanah Air.

Tonggak penting tersebut ditorehkan oleh Tim Dokter Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Bekasi Timur yang berhasil melakukan tindakan Sacral Neuromodulation (SNM) pertama di Indonesia pada Februari 2026. Keberhasilan ini menjadi langkah besar dalam pengembangan layanan neuromodulasi berstandar internasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap terapi modern untuk gangguan saraf.

Tindakan perdana tersebut dipimpin oleh dr. Muhamad Aulia Rahman, Sp.BS-FTB, FINS bersama tim Brain & Neuro Primaya Hospital Bekasi Timur.

Atas pencapaian tersebut, PINS Medical, perusahaan teknologi neuromodulasi asal Beijing, Tiongkok, memberikan penghargaan kepada tim dokter Primaya Hospital Bekasi Timur sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menghadirkan teknologi tersebut di Indonesia.

Apa Itu Sacral Neuromodulation (SNM)?

Sacral Neuromodulation atau SNM merupakan terapi yang bekerja dengan memberikan stimulasi pada saraf sakral untuk membantu memulihkan fungsi kandung kemih, usus, dan organ panggul yang mengalami gangguan akibat kerusakan saraf.

Teknologi ini juga dapat menjadi pilihan terapi bagi pasien yang mengalami gangguan saraf akibat kecelakaan, kanker, maupun penyakit peradangan saraf seperti gangguan autoimun.

Berbeda dengan metode konvensional yang lebih berfokus mengatasi gejala, SNM menargetkan langsung sumber permasalahan, yakni sistem saraf yang mengendalikan fungsi organ.

Perangkat SNM terdiri dari elektroda yang dipasang pada saraf sakral dan generator atau baterai yang ditanam di dalam tubuh, dengan prinsip kerja yang mirip alat pacu jantung. Alat tersebut berfungsi menstimulasi saraf yang kurang aktif agar bekerja lebih optimal sekaligus menekan aktivitas saraf yang terlalu aktif sehingga fungsi organ kembali seimbang.

Untuk penggunaan permanen, perangkat dapat dikontrol melalui aplikasi di telepon seluler. Adapun biaya tindakan berkisar antara Rp600 juta hingga Rp1 miliar, bergantung pada tingkat kompleksitas kondisi masing-masing pasien.

Gangguan Berkemih Sering Berasal dari Kerusakan Saraf

dr. Muhamad Aulia Rahman, Sp.BS-FTB, FINS, menjelaskan bahwa masih banyak pasien yang tidak menyadari penyebab utama gangguan berkemih yang mereka alami sebenarnya berasal dari kerusakan saraf.

"Sering kali kita hanya berusaha mengganti lampunya, padahal sumber masalahnya adalah aliran listrik yang tidak tersambung. Begitu pula pada pasien ini. Masalah utamanya bukan berada pada kandung kemih, melainkan pada saraf yang mengendalikan fungsi tersebut. Melalui Sacral Neuromodulation, kami memberikan stimulasi langsung pada saraf sehingga fungsi organ dapat kembali bekerja lebih optimal," ujarnya.

Menurut dr. Aulia, prosedur SNM termasuk tindakan minimal invasif dengan durasi sekitar 30 menit hingga satu jam. Lebih dari sekadar keberhasilan tindakan medis, terapi ini diharapkan mampu mengembalikan kualitas hidup pasien secara signifikan.

"Sebelum teknologi ini tersedia, pasien Indonesia umumnya harus mencari pengobatan ke luar negeri. Kami berharap kehadiran SNM menjadi awal berkembangnya layanan neuromodulasi di Indonesia sehingga semakin banyak pasien dapat memperoleh terapi yang sama tanpa harus meninggalkan negaranya," tambahnya.

Perkuat Layanan Brain & Neuro Primaya Hospital

Keberhasilan melakukan tindakan SNM pertama di Indonesia semakin memperkuat layanan Brain & Neuro Center of Excellence yang menjadi salah satu unggulan Primaya Hospital dalam penanganan penyakit otak dan saraf.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: