Menakar Nasib IHSG Hari Ini, Masih Dibayangi Sentimen Nilai Tukar Rupiah
Papan perdagagan IHSG di BEI, Jakarta. -ist-
JAKARTA, DISWAY.ID - Melanjutkan penguatan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (16/07) kembali berhasil menutup sesi perdagangannya di zona hijau dengan menguat 54,90 poin atau setara 0,91 persen ke level 6.096,88.
Diketahui, penguatan tersebut dipimpin oleh saham-saham sektor Technology (+1,94 persen) dan Basic Materials (+1,57 persen).
Tidak hanya itu, hal serupa juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang kembali menguat pada pembukaan perdagangan. Indeks LQ45 terpantau menghijau 8,67 poin atau meningkat 1,45 persen ke level 608,58.
BACA JUGA:IHSG Balik Menguat di Akhir Sesi I, Naik 0,55 Persen ke Level 6.141
Penguatan Rupiah Masih Jadi Sentimen Utama
Dalam hasil analisis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, sentimen pasar saat ini masih dipengaruhi oleh laju penguatan rupiah yang kembali bergerak menguat.
Dalam hal ini, rupiah berhasil ditutup menguat 0,14 persen ke posisi Rp18.067 per USD pada penutupan pasar spot.
BACA JUGA:IHSG Ditutup Melonjak ke Zona Hijau, Lebih dari 500 Saham Kompak Naik Harga
"Sentimen positif disebabkan oleh rupiah yang berhasil ditutup menguat 0,14 persen di posisi Rp18.067 per USD pada penutupan pasar spot, setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh level terlemah Rp18.110 per USD," jelas Direktur Reliance Sekuritas, Reza Priyambada, pada Jumat 17 Juli 2026.
Menyusul penguatan tersebut, candle terakhir IHSG terpantau ditutup dengan membentuk pola bullish, atau masih berada di atas MA5 dan MA20, serta indikator MACD menunjukkan golden cross.
Dengan demikian, pergerakan IHSG pada Jumat (17/07) diperkirakan kembali melanjutkan penguatan.
"Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 6.057 dan resistance pada level 6.162 dengan kecenderungan menguat," ujar Priyambada.
BACA JUGA:IHSG Dibuka Turun 0,25 Persen ke 6.026,84, LQ45 Justru Menghijau
Rekomendasi Saham
Sementara itu, berikut empat rekomendasi saham potensial dari para analis yang menarik untuk dipantau.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: