IHSG Bangkit di Menit-Menit Akhir, LQ45 Justru Terpuruk

Selasa 14-07-2026,17:41 WIB
IHSG Bangkit di Menit-Menit Akhir, LQ45 Justru Terpuruk

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menutup perdagangannya pada Selasa 14 Juli 2026 ini dengan menguat tipis di zona hijau.-Dok. Bianca/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID - Kendati sempat bergerak melemah beberapa saat usai sesi II perdagangan resmi dibuka, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menutup perdagangannya pada Selasa 14 Juli 2026 ini dengan menguat tipis di zona hijau.

Berdasarkan hasil pantauan Disway, IHSG melesat naik di penutupan sebanyak 1,63 poin, atau setara dengan 0,027 persen ke level 6.039,48.

BACA JUGA:IHSG Balik Menghijau di Sesi I, Naik 0,60 Persen ke 6.074,04

Kendati begitu, hal berbeda justru terjadi kepada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang malah terpuruk mendekati penutupan. 

Dalam hal ini, Indeks LQ45 terpantau melemah sebanyak 4,33 poin, atau menurun sebesar 0,72 persen ke level 598,04.

BACA JUGA:Sinyal Positif dari Bursa, IHSG Tutup Perdagangan di Level 6.023

Pasar Global Masih Berada dalam Kondisi Waspada

Sementara itu di sisi lain, data yang dirilis oleh Management Manulife Investment Management pada Selasa 14 Juli 2026 ini turut mengungkapkan bahwa terkini, kondisi makroekonomi global masih sangat dipengaruhi oleh lamanya gangguan rantai pasok global dan tingginya harga komoditas.

Dalam data tersebut, Head of Asia Fixed Income Murray Collis menuturkan bahwa di tengah ketidakpastian suku bunga yang masih berlangsung, obligasi Asia tetap berada dalam posisi yang baik pada semester kedua 2026.

Dalam kondisi ini, saham Asia menawarkan sumber pertumbuhan dan diversifikasi yang berbeda.

BACA JUGA:IHSG Diprediksi Melemah Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah, Simak 4 Rekomendasi Saham Hari Ini

Namun, perbedaan kinerja antar pasar dan sektor sendiri masih tinggi.

"Kami melihat peluang pada obligasi berdenominasi dolar AS di Asia dan pasar obligasi mata uang lokal tertentu, di mana dukungan kebijakan dan fundamental yang solid dapat membantu menopang imbal hasil," tutur Collis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: