Siswa MAN 1 Indragiri Hilir Raih Medali Perak di Ajang Internasional Kuala Lumpur

Selasa 17-02-2026,14:40 WIB
Siswa MAN 1 Indragiri Hilir Raih Medali Perak di Ajang Internasional Kuala Lumpur

Prestasi ini bukan kaleng-kaleng, karena mereka bersaing dengan peneliti muda dari berbagai belahan dunia dalam kategori Favorite Poster untuk bidang Pangan dan Teknologi.-Dok. Istimewa-

PEKANBARU, DISWAY.ID -- Dua siswa dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat internasional. Nayla Sheril Fawazzah dan Muhammad Reza Umary sukses membawa pulang medali perak dalam ajang bergengsi International Student Summit (ISS) 2nd Edition yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 13–16 Februari 2026.

Kedua peneliti muda asal Riau ini berhasil meraih penghargaan pada kategori Favorite Poster untuk bidang pangan dan teknologi, bersaing dengan berbagai delegasi pelajar dari berbagai negara.

Nayla Sheril Fawazzah, yang berkompetisi di kategori pangan (Food), mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Green Food RIAU–SAGUPERFOOD: Functional Sago–Spirulina–Moringa Noodles as an Invention for Global Food Security.”

BACA JUGA:Kawal Jam Kerja Ramadan, Satpol PP Riau Bakal Razia ASN yang Keluyuran di Tempat Umum

Dalam riset tersebut, Nayla mengintegrasikan potensi lokal berupa sagu khas Riau dengan bahan pangan kaya nutrisi (superfood) seperti spirulina dan daun kelor (moringa). Produk mi fungsional ini tidak hanya memanfaatkan kearifan pangan lokal, tetapi juga dirancang sebagai alternatif solusi dalam menjawab isu krisis ketahanan pangan di tingkat global.

Deteksi Pertalite Oplosan Menggunakan Kecerdasan Buatan

Sementara itu, Muhammad Reza Umary yang berlaga di kategori teknologi (Technology), memamerkan inovasi digitalnya yang berjudul “Classification of Images of Pure and Adulterated Pertalite Fuel Using MobileNetV2 and HSV Color Space Transformation.”

Reza merancang sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu mengidentifikasi kemurnian bahan bakar minyak jenis Pertalite. Melalui metode klasifikasi gambar menggunakan algoritma MobileNetV2 dan transformasi ruang warna HSV, sistem ini dapat mendeteksi apakah bahan bakar tersebut masih murni atau sudah dicampur (oplosan) dengan tingkat akurasi tinggi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian yang diraih oleh kedua siswa MAN 1 Indragiri Hilir tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa madrasah di Riau telah bertransformasi menjadi wadah pengembangan inovasi sains dan teknologi yang kompetitif.

BACA JUGA:Disnakertrans Riau Buka Posko Pengaduan, Tegaskan THR Wajib Cair Paling Lambat 8 Maret 2026

“Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu berinovasi dan bersaing di tingkat internasional dalam bidang sains, teknologi, serta ketahanan pangan,” ujar Muliardi pada Minggu (15/2/2026).

Muliardi berharap capaian di Malaysia ini dapat memotivasi siswa madrasah lainnya di Riau untuk terus aktif melakukan riset ilmiah dan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia menegaskan komitmen institusinya untuk terus mendukung pengembangan bakat akademis siswa di kancah global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: