Dokter Beberkan Cara Mencegah Cedera saat Bermain Padel, Jangan Abaikan Recovery

Selasa 21-07-2026,03:54 WIB
Dokter Beberkan Cara Mencegah Cedera saat Bermain Padel, Jangan Abaikan Recovery

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Seraphim Medical Center, menjelaskan bahwa performa optimal harus dibangun melalui program yang terukur, bukan hanya berdasarkan intensitas latihan--Bethsaida Hospital

JAKARTA, DISWAY.ID – Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga padel, dokter spesialis kedokteran olahraga mengingatkan pentingnya pencegahan cedera dan pemulihan (recovery) setelah bermain.

Menurutnya, banyak pemain hanya fokus pada intensitas latihan, padahal evaluasi kondisi fisik, pemanasan, serta strategi recovery yang tepat merupakan kunci menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera.

dr. Nahum, Dipl. CIBTAC, Sp.KO, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Seraphim Medical Center, menjelaskan bahwa performa optimal harus dibangun melalui program yang terukur, bukan hanya berdasarkan intensitas latihan.

“Dalam olahraga seperti padel, tubuh dituntut bergerak cepat, melakukan rotasi, berhenti mendadak, dan berpindah arah berulang kali. Karena itu, atlet membutuhkan evaluasi kondisi fisik, latihan yang tepat, strategi recovery, serta pemantauan yang sesuai agar dapat menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera,” ujar dr. Nahum.

BACA JUGA:Kronologi Desta Mahendra Nyaris Kehilangan Penglihatan Usai Kena Gebok Bola Padel, Sempat Tak Bisa Melihat

Menurutnya, pendekatan kedokteran olahraga juga berperan dalam proses back to sport, yaitu pendampingan bertahap setelah cedera agar seseorang tidak hanya bebas dari rasa sakit, tetapi juga memiliki kekuatan, fungsi gerak, kontrol tubuh, dan kesiapan fisik untuk kembali berolahraga.

Sementara itu, dr. Herryanto Agustriadi Simanjuntak, M.H.Kes., Sp.OT, Subsp. CO, Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga, di Bethsaida Hospital Gading Serpong, menekankan pentingnya diagnosis dan penanganan yang tepat pada cedera otot, sendi, ligamen, tulang, maupun tulang belakang.

“Cedera olahraga memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Sebagian dapat ditangani secara konservatif melalui obat-obatan, fisioterapi, dan rehabilitasi. Namun, pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki struktur yang mengalami kerusakan dan mengembalikan fungsi gerak pasien,” jelas dr. Herryanto.

BACA JUGA:Karyawan Lapangan Padel Hilang 2 Hari, Ternyata Disekap Usai Dituduh Nyuri 10 Raket Senilai Rp50 Juta

Bethsaida Hospital Gading Serpong dan Seraphim Medical Center resmi menjadi Official Medical Partner FIP Bronze Banten 2026, turnamen padel internasional pertama yang digelar di Banten.

Ajang yang berlangsung pada 14–19 Juli 2026 ini merupakan bagian dari kompetisi internasional di bawah International Padel Federation (FIP).

Keterlibatan Bethsaida Healthcare menghadirkan kesiapan medis selama pertandingan, tetapi juga memperkenalkan layanan sports medicine dan rehabilitation yang terintegrasi.

BACA JUGA:Karyawan Lapangan Padel Hilang 2 Hari, Ternyata Disekap Usai Dituduh Nyuri 10 Raket Senilai Rp50 Juta

Dukungan tersebut mencakup peningkatan performa, pencegahan dan penanganan cedera, tindakan medis maupun operatif apabila diperlukan, pemulihan, hingga pendampingan agar atlet dapat kembali berolahraga secara aman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait