Sudaryono Diam-Diam Sidak SPPG di Bogor, Dapur MBG 'Nakal' Bakal Ditutup

Jumat 24-07-2026,14:32 WIB
Sudaryono Diam-Diam Sidak SPPG di Bogor, Dapur MBG 'Nakal' Bakal Ditutup

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bogor, Jawa Barat, tanpa pemberitahuan sebelumnya pada Jumat, 24 Juli 2026.--BGN

JAKARTA, DISWAY.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bogor, Jawa Barat, tanpa pemberitahuan sebelumnya pada Jumat, 24 Juli 2026.

Dalam sidak tersebut, Sudaryono menegaskan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, dan tata kelola akan dibina, namun bisa ditutup apabila tetap tidak melakukan perbaikan.

Mas Dar--sapaan karib Sudaryono, menegaskan bahwa seluruh SPPG wajib memenuhi standar keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, dan tata kelola yang telah ditetapkan. 

BACA JUGA:Kepala BGN Sudaryono Inspeksi Mendadak SPPG di Bogor: Tak Memenuhi Standar Bisa Ditutup

Ia menegaskan kembali bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program prioritas negara yang pelaksanaannya harus dilakukan secara serius dan penuh tanggung jawab, tanpa ruang bagi kelalaian.

Menurut dia, setiap SPPG wajib menjaga mutu layanan, keamanan makanan, dan kualitas gizi guna melindungi kesehatan penerima manfaat serta memastikan kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG tetap terjaga.

"Kita akan perbaiki, akan kita tegur, kalau memang tidak bisa  perbaiki kita tutup," kata Mas Dar saat melakukan inspeksi mendadak SPPG di Bogor, Jumat, 24 Juli 2026.

"Kalau memang tidak bisa memenuhi standar keamanan, standar gizi, standar mutu dan juga operasional yang baik. Jangan sampai nila setitik, kemudian rusak susu sebelanga," sambungnya.

BACA JUGA:Sudaryono Mengaku Tak Punya SPPG, Minta Publik Laporkan Oknum yang Jual Namanya

Ia bilang, BGN akan menerapkan prinsip pembinaan yang disertai dengan penegakan disiplin. 

SPPG yang menunjukkan kinerja baik akan diberikan apresiasi, sementara yang mengabaikan ketentuan akan dikenai sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran.

"Mungkin kalau SPPG-nya bandel, SPPG-nya nggak disiplin, SPPG-nya atau petugasnya nggak disiplin, petugasnya nggak bagus ya kita mesti hentikan. Kita harus berani. Yang bagus kita reward, yang jelek kita mesti kasih punishment juga," tegasnya.

BACA JUGA:Pastikan Penutupan SPPG Sementara, BGN Evaluasi 27 Ribu Mitra MBG

Mas Dar menjelaskan bahwa inspeksi mendadak dilakukan secara acak di sejumlah lokasi tanpa pemberitahuan sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: