Prihatin dengan Bentrokan di Matraman, Pramono Ingatkan Warga 'Jaga Jakarta'
Pramono mengimbau masyarakat agar selalu menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin dan tidak mudah terprovokasi yang dapat menyebabkan bentrokan hingga perusakan fasilitas umum.-Disway/Cahyono-
"Untuk perkara pengrusakan ini inisial GNA, AJL, FAM, dan ELL. Untuk perkara pengeroyokan itu ada tiga: SK, AS, dan OR," kata Budi di lokasi bentrokan pada Senin, 27 Juli 2026.
Budi menjelaskan, bentrokan ini bermula ketika dua orang berboncengan sepeda motor menggeber-geber kendaraannya yang menggunakan kenalpot brong di depan pedagang nasi uduk di Jalan Matraman Dalam pada Minggu, 26 Juli 2026, pagi.
BACA JUGA: 3 Tersangka Kasus Bentrokan Maut Matraman, 15 Orang Diamankan
Karena terganggu dengan suara bising, warga yang sedang sarapan nasi uduk pun menegur kedua pria itu.
"Kebisingan knalpot, sehingga mengganggu warga lainnya. Dan ini diteriakin, sehingga yang bersangkutan tidak terima," kata Budi.
Dua pria bermotor itupun kemudian memanggil kelompoknya dan mencari orang yang menegurnya.
Karena si penegur sudah tidak ada lokasi, kelompok pria motor knalpot brong itupun melalukan pengerusakan pada gerobak nasi uduk.
BACA JUGA:Kondisi Terkini Matraman Pascabentrokan, Aparat Gabungan Jaga Ketat
Pengerusakan gerobak itupun memicu amarah warga sekitar hingga terjadi bentrokan dan penyerangan ke markas kelompok pria bermotor tersebut hingga satu orang meninggal dunia.
"Terjadi keributan dan mengakibatkan penganiayaan, sehingga ada korban yang luka dan meninggal dunia," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: