Antisipasi Dampak Geopolitik dan Harga Energi, Purbaya Tetap Waspadai Arus Modal Asing

Senin 03-08-2026,19:39 WIB
Antisipasi Dampak Geopolitik dan Harga Energi, Purbaya Tetap Waspadai Arus Modal Asing

apat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Pjs. Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi serta Ketua LPS, Anggito Abimanyu, di kantor Lembaga Penjamin Simpanan--Fajar Ilman

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi sistem keuangan Indonesia masih stabil di tengah meningkatnya ketidakpastian global. 

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai dampak eskalasi geopolitik, kenaikan harga energi, volatilitas pasar keuangan, hingga potensi tekanan terhadap arus modal asing.  

Hal itu disampaikan berdasarkan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Pjs. Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi serta Ketua LPS, Anggito Abimanyu, di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Senin, 3 Agustus 2026.

BACA JUGA:Pramono Desak Menkeu Purbaya Segera Kaji Obligasi DKI Rp3,5 Triliun

"Hasil rapat KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sistem keuangan tetap terjaga di sepanjang kuartal II-2026, di tengah konflik geopolitik yang meningkat dengan didukung oleh koordinasi yang erat antarotoritas," katanya.

Namun, Purbaya mengakui bahwa KSSK tetap mewaspadai berbagai potensi tekanan dari sisi eksternal, yang pada kuartal II-2026 lalu tercatat mengalami sejumlah peningkatan. 

Hal itu seiring dengan naiknya harga energi global, tekanan terhadap nilai tukar mata uang, serta larinya arus modal asing.

BACA JUGA:Berembus Kabar Purbaya Digadang-gadang Jadi Gubernur BI: ‘Isu Abadi, ke Sana-Sini Gak Pernah Jadi’

"Tekanan eksternal dari sisi global pada kuartal II-2026 tercatat kembali meningkat, seiring dengan terjadinya eskalasi geopolitik, kenaikan harga energi tinggi, volatilitas pasar keuangan global, dan tekanan ke nilai tukar dan arus modal," jelasnya.

Mengacu itu, Purbaya menegaskan bahwa KSSK sendiri telah memastikan bahwa aspek ketahanan domestik cukup terjaga dengan baik, yang terlihat dari adanya sejumlah pertumbuhan.

BACA JUGA:Tunggu Rincian Anggaran BGN, Purbaya Bakal Temui Kepala BGN Minggu Ini

Hal itu menurutnya dapat tercermin dari masih tinggi dan tetap terjaganya aktivitas ekonomi domestik, sebagai wujud dari kuatnya daya tahan perekonomian nasional.

Meski demikian, Purbaya tetap mewaspasdai berbagai risiko eksternal, guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi supaya tetap tinggi.

"Perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan, yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid dan ketahanan sektor keuangan yang terjaga," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: