Petugas Water Mist DLH DKI Semprot Abu Vulkanik Krakatau
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melalukan penyemprotan air-Fajar Ilman-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Guna mengantisipasi dampak buruk akibat abu vulkanik erupsi gunung anak krakatau yang sampai ke wilayah Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melalukan penyemprotan air (Water Mist) di Jalan Rasuna Sahid, Mampang hingga wilayah Pejaten, Jakarta Selatan.
"Jadi ini penyemprotan water mist dalam rangka menekan abu vulkanik yang akibat dari Gunung Meletus Krakatau. Jadi gitu," kata Operator Water Mist Dinas Lingkungan Hidup, Andre kepada wartawan, Senin, 7 September 2026.
Adapun, penyemprotan air di beberapa titik ini sudah dilakukan usai abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.
BACA JUGA:Penerbangan Umrah Terdampak Abu Vulkanik, Kemenhaj Minta Jemaah Tetap Tenang
"Ini kita sudah hari yang ketiga. Hari yang ketiga," ujarnya.
Dalam satu kali operasional harian, armada yang dikerahkan membawa ribuan liter air bersih untuk membasahi dan mengikat abu vulkanik.
Penyemprotan rutin dilakukan mulai siang hari dengan durasi operasional hingga air habis.
"Kapasitas mobil tangki 4.000 liter, disuplai sama tangki air bersih 5.000 liter. Hampir 9.000 liter totalnya," jelasnya
Ia mengaku jika DLH DKI Jakarta memastikan operasi penyemprotan water mist ini akan terus berlanjut selama potensi ancaman abu vulkanik masih terjadi di wilayah DKI Jakarta.
"Masih, tetap dilakukan. Kita kalau masih ada instruksi, terus masih ada abu vulkanik, kita jalan terus," pungkasnya.
BACA JUGA:Komisi X Minta Sekolah yang Tak Terapkan PJJ di Wilayah Terdampak Anak Krakatau Disanksi
Diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta warga menerapkan 5M menyusul sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sudah sampai ke ibu kota.
5M yang dimaksud meliputi memakai masker, menutup pintu dan jendela ruangan dan sumber air, membatasi aktivitas di luar ruangan, membersihkan endapan abu dengan membasahinya terlebih dulu, dan mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernafasan dan penglihatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: