56 Parameter Kualitas Udara Diteliti, Studi Jepang Ungkap Efek Produk Tembakau yang Dipanaskan
Ilustrasi: Studi terbaru dari Jepang mengungkap perubahan kualitas udara di dalam ruangan saat produk tembakau yang dipanaskan digunakan. -Freepik-
JAKARTA, DISWAY.ID - Studi terbaru dari Jepang mengungkap perubahan kualitas udara di dalam ruangan saat produk tembakau yang dipanaskan digunakan.
Dari 56 parameter yang diuji, hanya sebagian kecil yang mengalami peningkatan, dengan konsentrasi yang masih berada di bawah ambang batas paparan yang ditetapkan sejumlah lembaga kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.
Penelitian terbaru dari Jepang mengungkap fakta bahwa penggunaan produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco product/HTP) menghasilkan perubahan hanya pada sebagian kecil parameter kualitas udara di dalam ruangan.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam penelitian berjudul Effect of the Use of a Heated Tobacco Product on Indoor Air Quality in Environmentally-Controlled Chamber.
BACA JUGA:Penelitian Ungkap Ikan Gabus Baik untuk Ibu Setelah Melahirkan, Bantu Pulihkan Luka
Pada riset ini, Katsunari Fujisawa bersama tim mengevaluasi kualitas udara di dalam ruangan saat produk tembakau yang dipanaskan digunakan pada suhu maksimum 320 derajat Celcius dengan hasil berupa aerosol.
Sebanyak 56 parameter kualitas udara diukur di ruang uji dengan kondisi yang menyerupai restoran dan hunian, mencakup karbon monoksida, karbon dioksida, senyawa organik volatil, partikulat, logam, amonia, propilen glikol, gliserol, hingga berbagai senyawa lainnya.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan produk tembakau yang dipanaskan hanya menyebabkan peningkatan pada sebagian kecil parameter kualitas udara. Dari 56 parameter yang diukur, enam parameter meningkat pada kondisi yang menyerupai restoran, sedangkan sembilan parameter lainnya meningkat pada kondisi yang menyerupai hunian," tulis peneliti dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Aerosol and Air Quality Research pada 9 April 2026, dikutip Senin 7 September 2026.
BACA JUGA:WNA Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Imigrasi Buka Layanan TPI di Bandara Alternatif
Tak hanya itu, penelitian juga membandingkan hasil pengukuran tersebut dengan batas paparan yang ditetapkan sejumlah lembaga kesehatan dan keselamatan kerja di Jepang dan Amerika Serikat.
Peneliti menjelaskan riset ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan kualitas udara dalam ruangan saat produk tembakau yang dipanaskan digunakan.
Hasilnya menunjukkan konsentrasi parameter yang mengalami peningkatan masih berada di bawah ambang batas paparan yang ditetapkan otoritas terkait.
”Untuk parameter-paramater yang meningkat secara signifikan, dapat dikonfirmasi bahwa konsentrasinya masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan berbagai lembaga publik. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan juga memperoleh pemahaman yang lebih akurat mengenai dampak produk tembakau yang dipanaskan terhadap kualitas udara dalam ruangan (IAQ), serta menjadikannya sebagai data dasar untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan lebih baik,” tulis peneliti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: