Hampir 7 Tahun Persija Tak Hadapi Persib di Jakarta, Pramono: Jangan Ada Kerusuhan!

Jumat 11-09-2026,13:23 WIB
Hampir 7 Tahun Persija Tak Hadapi Persib di Jakarta, Pramono: Jangan Ada Kerusuhan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap pertandingan Persija vs Persib di SUGBK tidak ada kerusuhan-disway.id/Cahyono-

JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap pertandingan Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung dapat berjalan aman tanpa kerusuhan.

Pramono mengatakan pertandingan Persija melawan Persib menjadi momentum yang cukup dinantikan.

Pada pertandingan lanjutan BRI Super League musim 2026/2027, besok menjadi momuntum Persija setelah hampir tujuh tahun dapat kembali bermain di Jakarta saat menghadapi rivalnya, Persib Bandung.

BACA JUGA:PSSI Ungkap Alasan Bobotoh Dilarang ke SUGBK saat Persija vs Persib: Khawatir Diprovokasi

“Persija setelah hampir tujuh tahun enggak pernah main di Jakarta kalau lawan Persib Bandung,” kata Pramono pada Jumat, 11 September 2026.

Pramono pun berharap pertandingan berjalan dengan lancar dan seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.

“Mudah-mudahan kita doakan bersama pertandingannya berjalan dengan baik, dan yang paling penting adalah jangan ada kerusuhan,” kata Pramono.

Ia menegaskan keamanan pertandingan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan perlu dijaga bersama oleh seluruh pihak yang terlibat.

Pramono kembali berharap laga lanjutan Persija vs Persib yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu, 12 September 2026, dapat berjalan lancar tanpa kerusuhan.

BACA JUGA:Persija Datangkan Bomber Kroasia! Ivan Mamut Gabung Macan Kemayoran, Ada Peran Marko Simic

“Semuanya kita jaga bersama-sama,” tuturnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi melarang suporter Persib Bandung atau Bobotoh hadir di SUGBK saat menghadapi Persija Jakarta pada pekan kedua Super League 2026/2027.

Yunus mengungkapkan PSSI khawatir jika momentum perdamaian akan dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggungjawab untuk melakukan provokasi.

"Kekhawatiran tentang terprovokasi, kemudian akan ada oknum-oknum atau orang-orang tertentu yang tidak suka dengan perdamaian datang untuk memprovokasi," ungkap Yunus.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: