Kabut Asap Selimuti Jambi, BMKG Bongkar Daerah Penyebabnya

Rabu 16-09-2026,16:55 WIB
Reporter: M. Ichsan |
Kabut Asap Selimuti Jambi, BMKG Bongkar Daerah Penyebabnya

Kondisi tersebut membuat kabut asap bukan hanya persoalan jarak pandang, tetapi juga berkaitan dengan kualitas udara yang dihirup masyarakat.-BMKG-

BACA JUGA:Harga Emas Dunia Melambung Jelang Keputusan The Fed, Investasi Jadi Peluang

“Jadi dari kebakaran hutan itu tadi, di sekitar Jambi tapi di bagian tenggara dan selatan Kota Jambi,” ujarnya.

Ada pola waktu yang perlu diperhatikan masyarakat.

Menurut Jaya, kondisi asap cenderung lebih pekat pada dini hari hingga pagi, yakni sekitar pukul 00.00 WIB sampai 08.00 WIB.

Pada periode tersebut, kabut asap dapat terlihat lebih tebal sehingga kondisi udara di Kota Jambi mengalami penurunan.

Pemantauan PM2.5 dalam dua hari terakhir juga menunjukkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, sangat tidak sehat hingga berbahaya.

BACA JUGA:PT Mayawana Persada Perkuat Sinergi Tangani Karhutla, Libatkan MPA hingga Instansi

Kondisi tersebut membuat kabut asap bukan hanya persoalan jarak pandang, tetapi juga berkaitan dengan kualitas udara yang dihirup masyarakat.

Lantas, kapan kabut asap di Kota Jambi akan berkurang?

BMKG menyebut kondisinya sangat bergantung pada perkembangan karhutla di wilayah sumber asap.

Jika kebakaran di kawasan tenggara dan selatan Kota Jambi berkurang, jumlah asap yang terbawa masuk ke Kota Jambi juga berpotensi menurun.

Sebaliknya, selama titik-titik kebakaran masih menghasilkan asap dan kondisi angin tetap mendukung pergerakan asap menuju Kota Jambi, kabut asap masih berpotensi menyelimuti wilayah tersebut.

BACA JUGA:Kabut Asap Karhutla Kepung Sungai Ambawang, 6.000 Masker Dibagikan ke Pengendara

BMKG sebelumnya juga mencatat kondisi atmosfer yang relatif kering pada periode musim kemarau turut mendukung bertahannya sebaran asap.

Dengan demikian, kabut asap yang terlihat di Kota Jambi saat ini tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan satu wilayah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait