Pemprov DKI Bekali Warga Jakarta 10.666 APAR, Antisipasi Ancaman Kebakaran
Manfaat keberadaan APAR sangat dirasakan warga. Ketua RT06 RW022, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Warya, mengatakan, wilayahnya memperoleh bantuan APAR dari Gulkarmat DKI sekitar sembilan bulan lalu.-Disway/Cahyono-
JAKARTA, DISWAY.ID– Sebanyak 10.666 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) didistribusikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI ke warga Jakarta sebagai upaya pencegahan dini ancaman kebakaran selama musim kemarau berlangsung.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta memperkuat langkah pencegahan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari sistem penanganan awal kebakaran. Selain pendistribusian APAR, juga dilakukan edukasi, sosialisasi, hingga pelatihan penanganan kebakaran di lingkungan permukiman.
BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 23 September 2026 Lengkap Sinopsis, Nonton Film Thriller
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Megantara, mengatakan penguatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu langkah yang terus dilakukan.
Bayu mengungkapkan, APAR dibagikan kepada masyarakat secara bertahap ke lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Keberadaan APAR di lingkungan warga memiliki fungsi penting karena memungkinkan masyarakat melakukan penanganan awal ketika api masih dalam kondisi kecil.
“Dengan demikian, penanganan tidak selalu harus menunggu armada pemadam tiba di lokasi. Selain penyediaan sarana proteksi, Gulkarmat DKI juga memperkuat kemampuan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan,” kata Bayu Selasa (23/9/2026).
BACA JUGA:IHSG Ditutup Menguat 1,56 Persen Usai BI Tahan Suku Bunga
Upaya ini menjadi penting karena kondisi cuaca kering membuat material tertentu lebih mudah terbakar. Di sisi lain, karakter sebagian permukiman Jakarta yang padat membuat api berpotensi cepat merambat apabila tidak segera ditangani.
Khusus pada Juli hingga Agustus 2026, Gulkarmat DKI mencatat telah melaksanakan 101 kegiatan sosialisasi dan pelatihan di berbagai wilayah. Edukasi juga diperluas melalui media sosial agar informasi mengenai pencegahan kebakaran dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
"Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan jangkauan informasi serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai upaya pencegahan kebakaran, kesiapsiagaan, penanganan awal kebakaran, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran pada musim kemarau," kata Bayu.
BACA JUGA:Ombudsman Sidak Lapas Cibinong, Temukan Penginapan Mewah dan Fasilitas Khusus Napi
Berdasarkan rekapitulasi Gulkarmat DKI Jakarta, sebanyak 1.216 kejadian kebakaran tercatat sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka kejadian mengalami peningkatan memasuki periode kemarau. Pada Januari tercatat 129 kejadian, kemudian 93 kejadian pada Februari, 126 kejadian pada Maret, 132 kejadian pada April, dan 138 kejadian pada Mei.
Memasuki Juni, jumlah kejadian mencapai 141 kasus. Angka itu kemudian meningkat menjadi 217 kejadian pada Juli dan kembali naik menjadi 240 kejadian pada Agustus. Agustus menjadi bulan dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi sepanjang Januari-Agustus 2026.
Di sisi lain, potensi kebakaran di area terbuka juga meningkat selama periode kemarau. Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mencatat 65 kejadian kebakaran pada periode 1 Juli hingga 15 September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 kejadian terjadi di lokasi terbuka seperti alang-alang dan tumpukan sampah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: