IHSG Naik 0,33% ke 6.319,38 di Pembukaan Jumat

Jumat 25-09-2026,10:54 WIB
IHSG Naik 0,33% ke 6.319,38 di Pembukaan Jumat

Laju IHSG saat sesi perdagangan -Bianca-

- Target: 494  

 

Pasar Tunggu Hasil RDG  

Melanjutkan pelemahan di sesi sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut menutup perdagangannya pada Kamis lalu, dengan melemah tajam sebanyak 76,31 poin, atau setara 1,20 persen ke level 6.298,61.  

Tidak hanya itu, hal serupa pun juga terjadi kepada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang turut melemah di penutupan sebanyak 9,92 poin, atau menurun sebesar 1,57 persen ke level 623,26.  

Dilansir dari data yang dirilis oleh BRI Danareksa Sekuritas, pelemahan dipicu oleh tekanan eksternal serta penurunan saham-saham berkapitalisasi besar, sementara BI mempertahankan BI-Rate di 5,75 persen untuk ketiga kalinya secara beruntun.  

“Sentimen global masih cenderung hawkish, tercermin dari kenaikan US Treasury 10Y ke 5,11 persen, level tertinggi sejak 2007, seiring kuatnya aktivitas ekonomi AS dan meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed,” tulis data tersebut, pada Jumat (25/09).  

Bursa Saham Global Melemah  

Sementara itu dilansir dari data yang dirilis oleh PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas melemah.  

Menurut Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, sentimen negatif disebabkan oleh tiga tekanan sekaligus, yaitu lonjakan harga minyak, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury), dan sinyal kebijakan hawkish dari Federal Reserve (The Fed).  

BACA JUGA:Harga Emas Antam Ambruk Rp 25.000 per Gram, Kini Rp 2,605 Juta

“Saham-saham kemudian memangkas keruguan menyusul laporan media bahwa AS dan Iran sedang membahas kesepakatan bertahap untuk mengakhiri konflik mereka,” jelas Priyambada.  

Dengan perkembangan tersebut, IHSG pada Jumat (25/09 ini diproyeksikan akan bergerak di kisaran support pada level 6.230 dan resistance pada level 6.365 dengan kecenderungan melemah.  

“Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk bearish belt hold, di bawah MA5, indikator Stochastic death cross pada area deep oversold. Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan mengalami pelemahan,” tutur Priyambada.  

Rekomendasi ini berdasarkan analisis teknikal terkini para analis pasar modal. Pasar saham Indonesia dibuka dengan sentimen positif dan ditutup dengan tekanan kuat. Investor disarankan memantau pergerakan harga saham secara ketat sebelum mengambil keputusan investasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: