Dampak Pengumuman The Fed, IHSG Diprediksi Melemah Senin Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada penutupan perdagangan Jumat, 11 September 2026. --istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kendati sempat bergerak menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengakhiri sesi perdagangannya pekan lalu dengan melemah sebanyak 21,27 poin, atau setara 0,33 persen ke level 6.441,16.
Indeks LQ45 turut melemah 8,13 poin atau 1,25 persen ke level 640,25.
Tekanan utama berasal dari kebijakan higher-for-longer The Fed, UST 10Y yang kembali di kisaran 5 persen, pelemahan Rupiah, serta harga minyak yang masih tinggi (Brent di USD 103,87 per barel).
BACA JUGA:Terungkap Perbedaan iPhone 18 Pro dan Pro Max, Modem 5G Jadi Pembeda?
Secara teknikal, candle IHSG penutupan Senin (21/09) membentuk black spinning top, masih di bawah MA20 dan MA5, dengan Stochastic death cross di area oversold. Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada menyatakan sentimen negatif dipicu pengetatan moneter global di tengah risiko inflasi.
“Bank of Japan menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 1,25 persen, diikuti kenaikan The Federal Reserve ke kisaran 3,75-4,00 persen,” ujarnya.
Reza Priyambada memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support 6.371 dan resistance 6.500 dengan kecenderungan melemah.
Analis memaparkan empat saham berikut sebagai rekomendasi BUY menarik untuk dipantau:
GGRM (Gudang Garam)
- Resistance: 18.450 – 18.975
- Support: 17.000
- Stoploss: 16.975
- Target: 20.100
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: