BEI Kecualikan 81 Saham HSC dari IHSG, Indeks Sesi I Menguat 0,95%
Papan perdagangan saham di IHSG-Bianca-
JAKARTA, DISWAY.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengecualikan 81 saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Kebijakan ini menjadi bagian pembenahan transparansi free float dan peningkatan kredibilitas pasar modal Indonesia.
Pasar merespons positif. IHSG menutup sesi I perdagangan Senin (2/11/2026) menguat 48,15 poin atau 0,95 persen ke level 5.105,20. Bobot saham perbankan meningkat, dengan BBCA dan BBRI menjadi 9 persen, serta BMRI 7,4 persen.
BACA JUGA:IHSG Berbalik Menguat 0,95 Persen di Sesi I, Sambut Pengecualian Saham HSC oleh BEI
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan kebijakan ini tidak akan berpengaruh drastis atau memberikan lonjakan besar terhadap pasar.
“Dalam implementasi awal, tidak akan mengakibatkan penurunan drastis. Sama seperti kalau kita mengeluarkan saham tertentu,” tutur Jeffrey di kantor BEI, Jakarta, Senin (2/11).
Menurutnya, kebijakan ini akan mendorong struktur IHSG lebih terkonsentrasi pada saham dengan free float yang memenuhi kriteria indeks. Representasi pergerakan pasar diharapkan menjadi lebih kredibel.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai langkah ini dapat meningkatkan transparansi, kredibilitas indeks, dan kepercayaan investor setelah muncul kekhawatiran MSCI mengenai transparansi kepemilikan saham serta potensi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
“Dari sisi positif, pengecualian saham HSC diharapkan memperbaiki kualitas representasi IHSG karena indeks akan lebih mencerminkan saham-saham dengan kepemilikan publik yang lebih memadai,” ujar Nafan.
Ia menambahkan, implementasi kebijakan berpotensi menimbulkan penyesuaian komposisi dan bobot indeks sehingga pergerakan IHSG pada awal perdagangan perlu dicermati secara khusus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: