219 Orang Keracunan MBG di Batang, BGN Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur

Jumat 25-09-2026,14:34 WIB
219 Orang Keracunan MBG di Batang, BGN Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan, mengambil langkah tegas menyusul kasus dugaan gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menyusul kasus dugaan gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

BGN mencopot Kepala SPPG Batang Bawang dari jabatannya dan menghentikan sementara operasional SPPG tersebut dengan kategori suspend berat.

Langkah itu dilakukan sembari menunggu proses investigasi lebih lanjut terkait kejadian yang berlangsung pada Rabu, 23 September 2026.

BACA JUGA:Keluarga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terseret Konten Pribadi, Pengamat Ingatkan Batas Pengawasan Publik

“BGN juga telah mencopot Kepala SPPG Batang Bawang dari jabatannya,” kata Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, Jumat, 25 September 2026.

Tak berhenti di situ, SPPG Batang Bawang Bawang juga dihentikan sementara dengan kategori suspend berat untuk selanjutnya dilakukan investigasi lebih lanjut.

Di lain sisi BGN turut menyampaikan keprihatinannya kepada para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang Bawang Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Rabu, 23 September 2026.

Ketut mengatakan, keselamatan penerima manfaat merupakan prioritas utama dan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan pangan harus segera ditangani.

BACA JUGA:Kemenkop dan KKP Perkuat Usaha Nelayan Lewat Sinergi KDKMP dan KNMP

"Kami menyampaikan keprihatinan dan empati kepada seluruh penerima manfaat dan keluarga yang terdampak. kami pastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak mendapatkan penanganan dengan baik dan kondisi mereka terus dipantau," ujarnya.

BGN memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak telah mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan laporan, hingga Kamis, 24 September 2026, pukul 03.00 WIB, tercatat 219 orang terdampak.

Dengan rincian 132 orang menjalani rawat inap dan 87 orang menjalani rawat jalan di tujuh fasilitas kesehatan.

Data tersebut masih terus diperbarui sesuai hasil pendataan dan koordinasi di lapangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: