Cerita Direktur Garudafood Jebolan Teknik Mesin Kampus UB, Bongkar Kunci Hadapi Dunia Kerja
Pesan tersebut disampaikan Direktur Garudafood Fransiskus Johny Soegiarto saat berbagi pengalaman kepada lebih dari 350 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, Kamis, 1 Oktober 2026.--Garudafood
JAKARTA, DISWAY.ID – Menjadi lulusan perguruan tinggi tidak berhenti pada pencapaian akademik.
Dunia kerja menuntut kemampuan untuk terus beradaptasi, memecahkan masalah, bekerja sama, serta memanfaatkan perkembangan teknologi.
Pesan tersebut disampaikan Direktur Garudafood Fransiskus Johny Soegiarto saat berbagi pengalaman kepada lebih dari 350 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menariknya, Fransiskus Johny merupakan alumnus Teknik Mesin UB.
BACA JUGA:TERKINI! Suasana Kampus UBK di Tengah Kabar Uang Suap Ketua BEM FH UBK yang Juga Bertemu Gibran
Ia kembali ke kampusnya melalui program Sahabat Inspirasiku yang digelar Garudafood Sehati bersama Trans7 Mengajar.
Mengusung tema "Creativity and Leadership", kuliah umum yang berlangsung di Auditorium Gedung Widyaloka UB tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai tantangan dunia kerja dari para pelaku industri.
Selain Fransiskus Johny, hadir pula VP of HR & GS Trans7 Antonius Refijanto sebagai narasumber.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Universitas UB, Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si.
BACA JUGA:Kampus UB dan UMM Dilibatkan dalam Pengentasan Stunting di NTT
Dalam kesempatan tersebut, Fransiskus Johny menceritakan perjalanan Garudafood yang berawal dari usaha keluarga di Pati, Jawa Tengah, hingga berkembang menjadi salah satu perusahaan makanan dan minuman di Indonesia.
Menurut dia, perjalanan tersebut tidak terlepas dari kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan, termasuk mengikuti perkembangan teknologi.
"Dari usaha keluarga di Pati, Garudafood tumbuh menjadi salah satu pemimpin fast-moving consumer goods (FMCG) di Indonesia karena kami terus beradaptasi," ujar Fransiskus Johny.
Ia mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan membangun sistem yang terintegrasi dan memanfaatkan data, otomasi, hingga kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung proses pengambilan keputusan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: