Stafsus Menteri UMKM: Digitalisasi Bukan Lagi Kebutuhan, tapi Keharusan

Sabtu 03-10-2026,21:10 WIB
Stafsus Menteri UMKM: Digitalisasi Bukan Lagi Kebutuhan, tapi Keharusan

Staf Khusus Menteri UMKM Hasby M. Zamri mengatakan digitalisasi kini tidak lagi sekadar menjadi pilihan tambahan bagi pelaku usaha.--Disway

“Kami mengapresiasi komitmen Grab dan OVO melalui Kota Masa Depan #BeraniDigital yang membuka ruang bagi pengusaha UMKM untuk memanfaatkan teknologi dan meningkatkan kapasitas usahanya,” ujarnya.

“Yang tidak kalah penting, kolaborasi ini perlu terus disertai dialog dan komunikasi terbuka agar dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di daerah,” lanjutnya.

BACA JUGA:SETC Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Buka Pasar Global bagi UMKM

Cirebon menjadi kota ke-18 dalam rangkaian program Kota Masa Depan #BeraniDigital yang telah berjalan sejak 2021.

Program tersebut sebelumnya telah hadir di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Kudus dan Banjarmasin.

Dalam pelaksanaannya di Cirebon, program ini melibatkan ratusan UMKM dalam rangkaian pelatihan selama sekitar empat bulan.

Selain pemerintah dan Grab-OVO, kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan lain, termasuk Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BACA JUGA:Sneakers Lokal Makin Menarik, BSI Gandeng LOKAMOV Perluas Akses UMKM ke Konsumen

Hasby menilai pengembangan UMKM membutuhkan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari peningkatan kapasitas hingga akses pembiayaan.

Sementara itu, berdasarkan data Pemerintah Kota Cirebon, terdapat 5.353 UMKM di kota tersebut.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan ekonomi lokal melalui digitalisasi dan perluasan akses pasar.

Melalui kolaborasi lintas pihak, pemerintah berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya dan beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait