Said Abdullah Usul Wajib Militer Terbatas, Sasar Anak Usia 18 Tahun

Senin 05-10-2026,21:33 WIB
Reporter: Anisha Aprilia |
Said Abdullah Usul Wajib Militer Terbatas, Sasar Anak Usia 18 Tahun

Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengusulkan penerapan wajib militer secara terbatas sebagai bagian dari upaya memperkuat konsep pertahanan semesta di Indonesia.-Disway/Anisha Aprilia -

JAKARTA, DISWAY.ID-- Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengusulkan penerapan wajib militer secara terbatas sebagai bagian dari upaya memperkuat konsep pertahanan semesta di Indonesia.

Menurut Said, penguatan pertahanan negara tidak cukup hanya mengandalkan TNI sebagai kekuatan utama.

BACA JUGA:Chocolatos Gandeng BK8 Gresini Racing, Brand Indonesia Tampil di MotoGP 2026-2027

Kesiapan rakyat terlatih sebagai kekuatan pendukung juga perlu diperluas untuk menghadapi perkembangan ancaman, termasuk perang asimetris dan perang hibrida.

"Konsep pertahanan semesta berporos dari doktrin yang dirumuskan oleh Jenderal A.H Nasution tahun 1953. Doktrin ini hasil refleksi sang jenderal dalam pengalaman perang gerilya di awal kemerdekaan," tulis Said dalam keterangannya, Senin, 5 Oktober 2026.

Ia menilai doktrin pertahanan semesta masih relevan hingga saat ini. Namun, menurutnya, kompleksitas ancaman telah berkembang seiring meluasnya perang asimetris dan perang hibrida.

Said mengatakan kondisi tersebut membuat TNI membutuhkan dukungan sumber daya yang memadai sekaligus kesiapan rakyat terlatih untuk menghadapi kemungkinan eskalasi ancaman.

BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan Jadi Pelajaran, Presiden FIFA Pastikan Keamanan Sepak Bola Indonesia Jadi Prioritas

"Karena itu menghadapi ancaman pertahanan, TNI perlu dukungan sumber daya agar makin profesional, dan kesiapan eskalasi kekuatan rakyat terlatih," ujarnya.

Ia menegaskan penguatan rakyat terlatih tidak boleh mengesampingkan pembangunan kekuatan TNI.

Menurutnya, pembangunan postur TNI yang memenuhi Minimum Essential Force (MEF) tetap menjadi prioritas.

Namun, Said menilai konsep komponen cadangan (Komcad) perlu kembali dipikirkan dan diperluas sebagai salah satu lapis pertahanan negara.

BACA JUGA:Heboh Vape Disebut Picu Diabetes dan Gangguan Paru, 3 Asosiasi Desak BRIN Buka Data

"Definisi kita tentang pertahanan spektrumnya juga perlu diperluas. Konsep komcad lebih mirip 'wajib militer' ala Malaysia, yakni adanya kesukarelawanan warga negara menjadi kekuatan Komcad," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait