65 Persen Responden Prioritaskan Pendidikan sebagai Warisan untuk Anak, Simak 5 Hal Ini
Hal ini tercermin dalam Studi Sun Life Asia 2026 bertajuk Meneruskan Warisan: Ketika Warisan Lebih dari Sekadar Kekayaan.--Sun Life Indonesia
Pemahaman tersebut dapat diperkenalkan sejak dini melalui kebiasaan sederhana, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan uang untuk tabungan, serta mempertimbangkan konsekuensi sebelum mengambil keputusan finansial.
Dengan begitu, anak tidak hanya mengetahui nilai kekayaan yang dimiliki keluarga, tetapi juga memahami tanggung jawab yang menyertainya.
Bekal ini dapat membantu mereka mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak ketika dewasa dan menerima tanggung jawab yang lebih besar.
BACA JUGA:92 Siswa Ikuti MPLS SKB di STIS Cibinong, Kemensos Buka Akses Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah
2. Kesempatan untuk Belajar dan Berkembang
Pendidikan merupakan salah satu warisan yang manfaatnya dapat dirasakan bahkan sebelum aset keluarga berpindah tangan.
Dalam Studi Sun Life Asia 2026, sebanyak 65 persen responden Indonesia menempatkan kesempatan pendidikan dalam tiga prioritas utama warisan.
Sementara itu, di antara responden yang berencana mewariskan kekayaan, 61 persen ingin menggunakan warisan tersebut untuk membiayai pendidikan, mulai dari sekolah hingga pengembangan keterampilan.
Pendidikan tidak hanya terbatas pada pendidikan formal. Kesempatan mengikuti pelatihan, mempelajari keterampilan baru, dan mengembangkan potensi diri juga dapat membuka lebih banyak pilihan hidup bagi anak.
Karena itu, orang tua dapat mempersiapkan kebutuhan pendidikan sebagai bagian dari perencanaan keluarga.
Tujuannya bukan semata-mata memberikan gelar, melainkan membekali anak dengan pengetahuan dan kemampuan untuk menghadapi perubahan zaman.
BACA JUGA:Hasil Putusan MK soal Gugatan Syarat Pendidikan Ijazah Gibran, Bikin Pemohon Gigit Jari
3. Nilai-Nilai yang Menjaga Identitas Keluarga
Kejujuran, kerja keras, kemandirian, kepedulian, dan tanggung jawab mungkin tidak tercatat dalam neraca keuangan keluarga.
Namun, nilai-nilai tersebut dapat memengaruhi cara seseorang memperlakukan orang lain, mengambil keputusan, dan menggunakan kekayaan yang dimilikinya.
Nilai keluarga umumnya tidak cukup diwariskan melalui nasihat. Anak juga belajar dari contoh yang mereka lihat sehari-hari, termasuk bagaimana orang tua menghadapi masalah, memperlakukan orang lain, serta menjalankan tanggung jawab.
Orang tua dapat memulai dengan membicarakan nilai apa yang ingin dipertahankan keluarga dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: