Melalui Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Dengan Program Paradaya Movement Lahirkan Pemangkas Rambut Handal

Senin 12-10-2026,18:55 WIB
Reporter: Dita Hastuti |
Melalui Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Dengan Program Paradaya Movement Lahirkan Pemangkas Rambut Handal

Perbedaan cara berkomunikasi tidak menghalangi proses pelayanan. Dengan pendekatan yang tepat, proses cukur rambut tetap dapat berlangsung dengan nyaman.-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Mensasar 15 pengemudi ojek online (Ojol) penyandang tunarungu mengikuti Program Paradaya Movement 2.0, Beauty Class & Personal Grooming. 

Mengusung tema “Sahabat Roda Setara: Tampil Percaya Diri, Melayani dengan Hati, Setara dalam Berkarya”, kegiatan ini digelar bertepatan dengan momentum Hari Bahasa Isyarat Internasional.

BACA JUGA:Tumbuh 2 Kali Lipat, Lebih dari 500 Karyawan McDonald’s Jadi 'Kakak Bimbing' bagi 5.250 Anak Marginal

Pada sesi potong rambut dan edukasi perawatan rambut, antusias peserta cukup tinggi, menjadi salah satu yang diminati para Ojol. 

Menariknya, sesi ini dilayani langsung oleh Alif dan Damar, dua orang barber profesional yang merupakan alumni Paradaya Movement. 

Ini adalah bukti bagaimana pemberdayaan hadir menembus keterbatasan. 

“Para driver Ojol tunarungu mendapatkan dukungan untuk menjalankan profesinya dengan lebih percaya diri, sementara alumni Institut Kemandirian memperoleh kesempatan untuk berbagi melalui pekerjaan yang telah mereka tekuni,” ujar Abdurrahman Usman, Direktur Institut Kemandirian Dompet Dhuafa.

BACA JUGA:Awkarin Marah Usai Aa Juju Sebut Dirinya 'Ani-Ani Tua': Lo yang dari Kampung, Penjarain Yuk?

Alif dan Damar menjadi contoh kisah sukses alumni setelah pelatihan selesai. Banyak kesempatan yang mereka dapatkan seperti terjun ke dunia kerja, mengembangkan diri di tempat kerja termasuk kembali hadir untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Penampilan yang rapi menjadi bagian dari persiapan sebelum menjalankan pekerjaan. Karena itu, sesi personal grooming dalam kegiatan ini tidak sekadar menjadi aktivitas penunjang penampilan. Rambut yang telah dirapikan menjadi bagian kecil dari upaya membangun rasa percaya diri.

Interaksi antara alumni dan para Ojol tunarungu juga memberikan pengalaman tersendiri. Perbedaan cara berkomunikasi tidak menghalangi proses pelayanan. Dengan pendekatan yang tepat, proses cukur rambut tetap dapat berlangsung dengan nyaman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait