Visa Ungkap Tren Wisatawan Asing ke Indonesia, 77 Persen Bepergian Bersama Keluarga

Rabu 14-10-2026,13:15 WIB
Visa Ungkap Tren Wisatawan Asing ke Indonesia, 77 Persen Bepergian Bersama Keluarga

Wisatawan Asing Makin Digital, Studi Visa Ungkap Tren Baru Pariwisata Indonesia---magnific

JAKARTA, DISWAY.ID - Indonesia memiliki beragam daya tarik bagi wisatawan mancanegara, mulai dari biaya perjalanan yang terjangkau, kekayaan kuliner, hingga pengalaman budaya dan wisata ramah keluarga. Studi terbaru Visa Global Travel Intentions (GTI) 2026 menunjukkan bahwa alasan wisatawan memilih Indonesia semakin beragam, sehingga pelaku industri pariwisata perlu menyesuaikan layanan dengan kebutuhan setiap pasar.

Dalam studi tersebut, keterjangkauan menjadi salah satu pertimbangan utama wisatawan asing saat memilih Indonesia sebagai destinasi liburan, bahkan melampaui kuliner lokal dan daya tarik alam. Sebanyak 77 persen responden wisatawan mancanegara melakukan perjalanan bersama keluarga.

Studi itu juga mencatat bahwa hampir 60 persen pengeluaran perjalanan wisatawan dialokasikan untuk penerbangan, akomodasi, dan makanan. Temuan tersebut menunjukkan besarnya peluang bagi pelaku usaha untuk menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan wisatawan selama berada di Indonesia.

Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, mengatakan perkembangan preferensi wisatawan membuka peluang bagi industri pariwisata untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih terintegrasi dan bernilai.

“Indonesia menawarkan daya tarik wisata yang lebih dari sekadar destinasi. Seiring dengan terus berkembangnya preferensi wisatawan, terdapat peluang untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih terhubung dan bernilai,” ujar Vira.

Menurutnya, pengalaman yang lebih baik dapat mendorong wisatawan menjelajahi lebih banyak destinasi, memperpanjang masa tinggal, serta berinteraksi dengan pelaku usaha dan komunitas lokal. Visa menyatakan akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan mitra industri untuk mendukung pertumbuhan pariwisata serta menghadirkan sistem pembayaran yang aman dan nyaman.

Preferensi Wisatawan Asing ke Indonesia Berbeda di Setiap Negara

Studi Visa GTI 2026 menunjukkan bahwa wisatawan dari sejumlah pasar utama memiliki karakteristik dan kebutuhan perjalanan yang berbeda.

Wisatawan Malaysia cenderung mempertimbangkan kedekatan geografis, kesamaan budaya, dan kemudahan konektivitas. Selama berkunjung ke Indonesia, mereka memadukan kegiatan kuliner, belanja, dan kunjungan ke berbagai atraksi wisata.

Sementara itu, wisatawan Singapura lebih banyak mencari pengalaman yang berkaitan dengan kebugaran atau wellness, olahraga, gaya hidup, dan kuliner lokal.

Wisatawan Australia cenderung menghabiskan waktu lebih lama di Indonesia dan semakin tertarik menjelajahi destinasi di luar Bali. Pengalaman yang dicari mencakup pasar lokal, kuliner premium, layanan kebugaran, transportasi berbasis aplikasi, hingga kegiatan budaya.

Adapun wisatawan Arab Saudi menjadi salah satu segmen yang dinilai memiliki potensi belanja tinggi. Kelompok ini menunjukkan minat terhadap masa tinggal yang lebih panjang, akomodasi premium, aktivitas keluarga, restoran berkelas, belanja, serta fasilitas wisata halal atau halal-friendly.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa strategi pariwisata Indonesia perlu memperhatikan karakteristik setiap pasar. Penyediaan layanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan dapat membantu meningkatkan kualitas pengalaman sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Wisatawan Asing Manfaatkan AI untuk Merencanakan Liburan

Perencanaan perjalanan kini semakin mengandalkan teknologi digital. Dalam survei Visa, sebanyak 47 persen wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mencari inspirasi perjalanan.

Selain mencari ide destinasi, 38 persen responden memanfaatkan AI untuk menyusun rencana perjalanan. Sebanyak 37 persen menggunakannya untuk mencari ulasan dan rekomendasi, sedangkan 36 persen memanfaatkan teknologi tersebut untuk mencari penerbangan dan akomodasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: