Kabut Asap Samarinda Kian Mengkhawatirkan, Warga Cerita Sakit ISPA hingga Sulit Bernapas
Kabut asap di Samarinda sudah semakin mengkhawatirkan--ITS/Dok warga
SAMARINDA, DISWAY.ID – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mengalami lonjakan signifikan dalam tiga bulan terakhir.
Pada September 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 12.819 kasus.
Sementara itu, hingga Oktober 2026, Dinas Kesehatan mencatat tambahan sebanyak 4.664 kasus ISPA.
Peningkatan tersebut menjadi perhatian di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Samarinda sejak Agustus 2026.
Bagi sebagian warga, kondisi udara yang memburuk bukan hanya terlihat dari langit yang berkabut, tetapi juga dirasakan ketika bernapas dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Adi Rosadi, warga Kelurahan Gunung Linggai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, mengaku pernah mengalami gangguan pernapasan yang ia sebut sebagai ISPA. Ia juga merasakan tenggorokan kering dan hidung perih.
Menurut pengalaman Adi, keluhan tersebut tidak langsung hilang dalam waktu singkat. Ia membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu hingga kondisinya membaik.
Pengalaman itu membuat Adi semakin memperhatikan kualitas udara di lingkungan tempat tinggalnya, terlebih ketika kabut asap kembali terlihat menyelimuti kota.
Ia mengatakan, asap terkadang tampak tipis sehingga tidak selalu langsung disadari keberadaannya. Namun, ketika berjalan di tengah kota tanpa masker, aroma asap dari kebakaran masih bisa tercium.
Adi pun mengaku rutin memeriksa informasi kualitas udara Samarinda melalui berbagai sumber. Berdasarkan pemantauannya, kualitas udara kerap berada pada kategori sedang hingga sangat tidak sehat.
BACA JUGA:Kasus ISPA di Pekanbaru Melonjak Akibat Kabut Asap Karhutla, Dinkes Catat 11.707 Warga Terjangkit
Data BMKG Stasiun Meteorologi yang diperoleh menyebutkan, kualitas udara pada pukul 05.00 Wita terdeteksi masuk kategori sangat tidak sehat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: