STY Kirim Pesan Keras Usai Bus Persib U-18 Diserang

Jumat 16-10-2026,13:06 WIB
Reporter: Dimas Rafi |
STY Kirim Pesan Keras Usai Bus Persib U-18 Diserang

Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong memberikan arahan dan apresiasi kepada para pemain usai kemenangan atas Persib Bandung di laga Super League.-Dok. Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong angkat bicara terkait insiden penyerangan bus yang melibatkan suporter Macan Kemayoran terhadap rombongan Persib Bandung U-18.  

Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan dalam sepak bola tidak boleh kembali terjadi.  

STY, sapaan karibnya, menilai bahwa insiden yang melibatkan suporter tersebut tidak bisa dianggap sebagai hal biasa.  

BACA JUGA:Shin Tae-yong Ungkit Dampak Jeda Internasional Jelang Persija Hadapi PSIM

Menurutnya, klub memiliki tanggung jawab untuk memberikan teguran keras kepada suporter apabila terbukti terlibat dalam aksi kekerasan.  

Selain itu, ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.  

“Menurut saya, kejadian seperti itu sama sekali tidak boleh terjadi. Jika memang terjadi, pihak klub harus memberikan teguran keras kepada suporter,” tekan STY.  

Pelatih berpaspor Korea Selatan itu juga menekankan pentingnya penegakan hukum agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang.  

“Namun, aparat penegak hukum juga harus menindak tegas orang-orang yang terlibat. Hal seperti ini tidak boleh terulang kembali,” tegas dia.  

Pernyataan STY muncul setelah mencuatnya dua insiden yang berkaitan dengan suporter sepak bola. Salah satunya adalah penyerangan terhadap bus yang membawa rombongan Persib Bandung U-18.  

BACA JUGA:Ini Alasan Shin Tae-yong Pilih Radovan Pankov Gantikan Rizky Ridho Jadi Kapten Persija

Dalam insiden lainnya, bus yang berkaitan dengan Jakmania di kawasan Cikampek juga dilaporkan mengalami kejadian yang tidak mengenakkan.  

Kedua peristiwa tersebut kembali menyoroti persoalan keamanan dalam rivalitas suporter sepak bola Indonesia.  

Tindakan kekerasan, terlebih jika menyasar kendaraan yang membawa rombongan tim atau suporter, berpotensi membahayakan keselamatan orang-orang yang berada di dalamnya.  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: