Penanganan Karhutla Pulang Pisau Ditinjau Langsung Oleh BNPB dan Kasad

Selasa 20-10-2026,15:51 WIB
Reporter: M. Ichsan |
Penanganan Karhutla Pulang Pisau Ditinjau Langsung Oleh BNPB dan Kasad

Intervensi langsung dari petinggi militer dan badan penanggulangan bencana ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Asta Cita terkait pelestarian lingkungan hidup dan mitigasi bencana ekologis.-Infopublik-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah memicu respons cepat dari tingkat komando pusat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Kristomei Sianturi, bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, turun langsung membelah kepungan asap untuk meninjau episentrum titik api di Kabupaten Pulang Pisau, Senin (19/10/2026).

BACA JUGA:Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Juliana Raih Most Innovative CFO Awards 2026

Inspeksi tersebut difokuskan di sepanjang Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di kawasan Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir.

Di lokasi yang didominasi hamparan lahan gambut tersebut, jajaran pimpinan pusat mengevaluasi langsung manuver pemadaman darat yang tengah dieksekusi oleh tim gabungan.

Kedatangan rombongan komando pusat ini disambut penuh oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i, serta Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta guna menyelaraskan peta jalan penanggulangan teritorial.

BACA JUGA:Debut Kylie Jenner di Victoria's Secret Fashion Show Tuai Pro-Kontra, Fantasy Bra Rp900 Miliar Jadi Sorotan

Intervensi langsung dari petinggi militer dan badan penanggulangan bencana ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Asta Cita terkait pelestarian lingkungan hidup dan mitigasi bencana ekologis.

Koordinasi ketat antara pemerintah pusat dan daerah diwajibkan untuk menekan dampak destruktif kebakaran terhadap ekosistem alam, sekaligus memutus ancaman krisis kesehatan publik akibat paparan emisi karbon.

Kondisi topografi Kalimantan Tengah yang membentang luas dengan dominasi hutan dan lahan gambut memang memunculkan hambatan logistik yang ekstrem.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, memaparkan, operasi pemadaman acap kali terhambat oleh minimnya akses jalan menuju titik api utama, kekeringan sumber air baku di lapangan, serta masih terbatasnya rasio daya jangkau peralatan berat dibandingkan luasnya area yang terbakar.

BACA JUGA:Pramono Hormati Aksi Greenpeace Bentangkan Spanduk Kritik di Bundaran HI

Guna meretas kebuntuan operasional tersebut, inspeksi lapangan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla tingkat provinsi di Aula Banama Tingang, Kantor Sekretariat Daerah Pulang Pisau.

Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Wagub Edy menekankan, kehadiran komando pusat menjadi titik balik krusial untuk merapatkan barisan seluruh elemen, mulai dari Manggala Agni, TNI, Polri, hingga satuan tugas kabupaten dan kota.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait