Normalisasi Hubungan Gagal! Arab Saudi Pasang Syarat Keras ke Israel: Netanyahu Harus Lengser!

Sabtu 07-11-2026,13:56 WIB
Normalisasi Hubungan Gagal! Arab Saudi Pasang Syarat Keras ke Israel: Netanyahu Harus Lengser!

Arab Saudi-Israel--

"Negara Teluk tidak tertarik pada identitas Perdana Menteri Israel. Menurut pandangan kami, Netanyahu hanya ingin menimbulkan masalah. Dia tidak menginginkan perdamaian. Dia menginginkan eskalasi," lanjut sumber tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa normalisasi hubungan belum menjadi agenda utama selama Netanyahu masih memimpin pemerintahan Israel dengan komposisi politik saat ini.

"Selama Netanyahu berkuasa dengan pemerintahan saat ini, normalisasi bukanlah agenda utama," tegasnya.

Sikap tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Israel. Sebab, normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab merupakan salah satu agenda diplomasi penting yang selama ini terus diupayakan pemerintahannya.

BACA JUGA:Dulu Jadi Pusat Peradaban, Kini Sungai Cisadane Terancam Limbah Industri dan Sampah

Arab Saudi selama ini dikenal sebagai salah satu negara Timur Tengah yang berhati-hati dalam membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Sikap tersebut juga menjadi alasan Riyadh belum bergabung dengan Abraham Accords, sebuah kesepakatan normalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Arab yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2020.

Meski demikian, Arab Saudi sebenarnya tidak sepenuhnya menutup pintu untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Riyadh masih membuka peluang normalisasi, tetapi dengan sejumlah persyaratan politik yang harus dipenuhi pemerintah Israel.

Salah satu syarat utamanya adalah Benjamin Netanyahu harus meninggalkan jabatannya sebagai perdana menteri. Selain itu, pemerintahan Israel berikutnya harus memiliki komitmen untuk mendukung solusi dua negara dalam menyelesaikan konflik dengan Palestina.

Artinya, Arab Saudi tidak hanya menginginkan perubahan figur pemimpin Israel. Riyadh juga mengharapkan perubahan pendekatan politik agar proses perdamaian benar-benar bisa diwujudkan.

Solusi dua negara sendiri menjadi salah satu tuntutan utama dalam diplomasi Palestina. Skema tersebut menghendaki terbentuknya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, berdampingan dengan Israel.

Dengan demikian, normalisasi hubungan tidak hanya menjadi persoalan kepentingan ekonomi, keamanan, atau diplomasi, tetapi juga berkaitan erat dengan masa depan rakyat Palestina.

BACA JUGA:Viral! STY Pamer Jari Macan Kemayoran ke Egy Maulana Vikri, Kode Keras Diboyong ke Persija Jakarta?

Di tengah sikap keras Arab Saudi, peluang normalisasi hubungan kedua negara juga dipengaruhi perkembangan politik dalam negeri Israel.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait