Buku M.Sapija 1954 Ungkap Kapitan Pattimura adalah Ahmad Lussy Sepaham dengan Ustaz Adi Hidayat

Kamis 07-07-2022,12:21 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

JAKARTA, DISWAY.ID – Nama Pattimura adalah Ahmad Lussy mencuat setelah Ustaz Adi Hidayat mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah ceramah yang unggah di kanal Youtube Kajian Islam Podcast.

Ternyata tidak hanya Ustaz Adi Hidayat yang mengungkapkan bahwa nama Pattimura adalah Ahmad Lussy, namun penulis Matthijs Sapija juga ungkap hal yang sama.

Menurut buku biografi Pattimura ditulis oleh M Sapija, "Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayah beliau yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau merupakan nama orang di negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan".

BACA JUGA:Sambil Sesunggukan, Perempuan Ini Cerita Jadi Korban Pelecehan dalam Angkot di Tebet: Padahal Penuh di Angkot

BACA JUGA:Instan Karma! Pemburu Liar yang Sering Membunuh Gajah dan Jerapah Kini Tertembak Mati di Afrika Selatan

Dilansir dari civitasbook.com, M, Sapija menuliskan bahwa Pattimura dengan nama Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan.

Ahmad Lussy adalah bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. 

Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah) dan dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali.

M Sapija juga menuliskan bahwa gelar Kapitan Pattimura bukanlah diberikan oleh Belanda.

BACA JUGA:Carlos Santana Pingsan Saat Manggung di Michigan, Jadwal Konser Terpaksa Mundur

BACA JUGA:Puasa Arafah Menurut Ustaz Adi Hidayat Sangat Spesial dan Hanya Satu Hari Dalam Setahun, Inilah Keutamaannya

Terkait gelar Kapitan, sejarawan Mansyur Suryanegara atas saran Abdul Gafur menuliskan, gelar tersebut didapatkan oleh Pattimura karena kharisma kepemimpinan.

Sifat-sifat itu kepeminpinan yang melekat dan berproses secara turun-temurun meskipun sudah memeluk agama, namun secara genealogis/silsilah/keturunan adalah turunan pemimpin atau kapitan.

Mansyur Suryanegara atas saran Abdul Gafur menuliskan bahwa leluhur bangsa Maluku, dari sudut sejarah dan antropologi, adalah homo religiosa (makhluk agamis).

Keyakinan mereka terhadap sesuatu kekuatan di luar jangkauan akal pikiran mereka, sehingga menimbulkan tafsiran yang sulit dicerna rasio modern. 

Kategori :