Sebelumnya, Dokter hewan (drh) Indro Cahyono berkali-kali mengatakan, virus PMK tidak pernah membunuh sapi. Pembunuhnya cuma dua.
"Sapine mati mergo kaliren, sing keloro (sapinya mati karena kelaparan, yang kedua, Red) potong paksa. Yang punya panik karena tidak tahu cara mengobati,” kata Indro di hadapan 150 peternak, petugas vaksinasi gabungan (pemkab, TNI, Polri), serta jajaran dinas Pemkab Lamongan, Senin, 25 Juli 2022.
Ia menunjukkan foto mulut sapi yang terserang PMK di layar Pendopo Lokatantra, Lamongan. Bagian lidahnya hancur. Ada sariawan sangat besar. Manusia yang terkena sariawan setengah sentimeter saja sulit makan, apalagi sapi yang makan rumput yang tajam.
Saat sapi sudah mulai lemas dan berat badan menyusut, banyak peternak yang terpaksa memotong sapinya. Upaya itu ternyata didukung beberapa pemerintah daerah. Sapi yang dipotong paksa diberi subsidi agar peternak tidak terlalu rugi.