Menpora Imbau Prestasi Olahraga Indonesia Harus Bebas Doping

Rabu 30-11-2022,23:34 WIB
Reporter : Subroto Dwi Nugroho
Editor : M. Ichsan

BACA JUGA:Muncul Kerajaan Baru di Karawang, Ratu Adil Imam Mahdi, Netijen: Saingannya Sunda Empire Nih!

BACA JUGA:7 Fakta Keluarga yang Tewas Diracun Anak Kedua di Mertoyudan

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) Gatot S. Dewa Broto menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali yang telah mendorong olahraga di Tanah Air bersih, sportif, dan terhindar dari penggunaan doping.

“IADO berterima kasih kepada bapak Menpora Zainudin Amali yang ditengah kesibukannya berkenan hadir dan membuka acara ini. Perlu kami sampaikan bahwa bapak Menpora yang telah memberi komitmen luar biasa kepada IADO yang tidak hanya kemandirian organisasi, bantuan anggaran, dan kontinuitas kegiatan IADO,” ujar Gatot S. Dewa Broto.

BACA JUGA:Ferdy Sambo Sempat Nangis, Ungkap ke Bharada E: Yosua Sudah Melecehkan Ibu

BACA JUGA:3 Ditemukan, Polri Terus Cari Satu Kru Helikopter yang Jatuh di Bangka Belitung

Tak hanya itu, Menpora  kata Gatot juga telah berusaha dengan keras bersama satgas percepatan penanganan sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Atas usaha dan kerja keras tersebut akhirnya sanksi WADA kepada Indonesia itu dicabut pada 3 Februari 2022. 

“Tahun depan ada sejumlah event dunia diadakan di Indonesia dan belum lagi yang diluar negeri. IADO sangat terpanggil untuk menjaga sepenuhnya agar jangan sampai sanksi itu dijatuhkan kembali,” jelas Gatot. 

BACA JUGA:Bayern Munchen Ngaku Nggak Cocok Sama Ronaldo, Oliver Khan: Nggak Perlu Didebatkan

BACA JUGA:Ini Tampang Pembunuh Keluarga di Magelang, Ternyata Seorang Pengangguran dan Tukang Bohong

Mengenai seminar akbar ini, Gatot bilang kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan asesmen dan evaluasi terhadap kegiatan anti-doping dalam kurun waktu setahun terakhir. 

“Intinya harus ada terobosan baru dintaranya dalam bentuk pertemuan bersama seperti ini. Tujuannya adalah kegiatan anti-doping lebih berkualitas,” terang Gatot. 

Lebih lanjut, Gatot menyadari bahwa kegiatan anti-doping di Indonesia masih sangat banyak ketinggalan dari negara-negara lain. IADO, kata dia sudah berusaha dengan keras dalam beberapa bulan terakhir. 

“Sekali lagi terima kasih kepada pak Menpora yang telah berkenan hadir. Seminar dihadiri sekitar 250 peserta dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Gatot.

Kategori :